Bahaya!!! Remaja yang konsumsi miras di usia dini sangat berisiko menjadi peminum berat

Terkait

PRIORITAS, 15/10/25 (Sydney): Remaja yang memulai konsumsi minuman keras di usia dini menunjukkan peningkatan risiko. Begitu hasil studi yang dilakukan di Australia.

Studi yang dipimpin Pusat Penelitian Narkoba dan Alkohol Nasional (National Drug and Alcohol Research Center/NDARC) Australia di Universitas New South Wales tersebut memantau pola penggunaan alkohol pada lebih dari 900 remaja Australia setiap tahunnya dalam kurun 10 tahun.

Pernyataan NDARC yang dirilis pada Selasa (14/10/25) dan dilansir BeritaTakTikInfo.com dari Antara pada Rabu (15/10/25) menyebutkan, semakin dini seorang remaja mulai mengonsumsi alkohol sebelum batas usia minimum yang sah, yakni 18 tahun, semakin tinggi pula risikonya untuk menjadi peminum berat di kemudian hari.

Laporan itu memaparkan, kebiasaan tersebut akan membuat si remaja mengalami bahaya terkait alkohol ketika memasuki usia dewasa, papar laporan itu.

Studi tersebut menunjukkan, remaja yang mulai mengonsumsi alkohol sejak usia 12 tahun akan lebih cenderung terlibat dalam kebiasaan mabuk berat dan penyalahgunaan alkohol secara berulang dibandingkan dengan mereka yang mulai mengonsumsi minuman beralkohol pada usia 18 tahun.

Disebutkan, para remaja yang memulai lebih awal ini memiliki kemungkinan 24 persen lebih besar untuk dilaporkan mengalami mabuk berat secara berulang setiap bulannya saat berusia 20 tahun. Mengonsumsi paling sedikit empat minuman standar dalam satu kesempatan, berpotensi 73 persen lebih berisiko mengalami bahaya terkait alkohol dibandingkan mereka yang baru mulai mengonsumsi miras di usia 18 tahun.

Studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Addiction itu menguraikan, kelompok peminum dini ini juga memiliki risiko lebih besar mengalami ketergantungan alkohol, penyalahgunaan alkohol, dan gangguan penggunaan alkohol.

“Temuan kami mendukung pedoman saat ini yang merekomendasikan agar remaja sebisa mungkin menghindari konsumsi minuman beralkohol sebelum memasuki usia dewasa. Temuan ini juga memperkuat perlunya intervensi kesehatan masyarakat yang menargetkan baik anak-anak maupun orang tua,” kata Wakil Direktur NDARC Amy Peacock, yang merupakan penulis senior dalam studi tersebut.

Berkebalikan dengan anggapan umum bahwa hanya sesekali saja menyeruput atau mencicipi minuman beralkohol di bawah pengawasan orang tua tidaklah berbahaya, studi ini menemukan peningkatan risiko bahaya terkait alkohol, berapa pun jumlah yang dikonsumsi. (P-rwt)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini