Bareskrim Polri lanjutkan proses pemusnahan 2,1 ton barang bukti narkoba di Cilegon

Terkait

PRIORITAS, 30/10/25 (Jakarta): Bareskrim Polri melanjutkan proses pemusnahan 2,1 ton barang bukti narkotika di Cilegon, Banten, pada Rabu (29/10) malam, setelah sebelumnya dilakukan pemusnahan simbolis oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, pada pagi hari.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Audie Carmy Wibisana, menjelaskan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/10/25), 2,1 ton tersebut merupakan bagian dari total 214 ton narkoba yang berhasil disita dalam 49.306 kasus tindak pidana narkoba selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025.

Ia menegaskan, tidak semua barang bukti dapat disimpan dalam waktu lama sesuai dengan ketentuan undang-undang.

“Dalam ketentuan undang-undang, barang bukti narkotika hanya dapat disimpan paling lama 7 hingga 14 hari. Setelah itu, wajib dimusnahkan. Jadi, tidak mungkin kami menyimpan 214 ton selama satu tahun,” ujarnya.

Karena itu, Polri hanya memusnahkan 2,1 ton narkoba yang telah memperoleh izin penyitaan dari pihak kejaksaan serta pengadilan.

Barang bukti yang dimusnahkan

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 1,33 ton sabu, 335.019 butir ekstasi, 608.095 gram ganja, 18,4 kilogram tembakau gorila, 1,1 kilogram heroin, 2.356 gram ketamin, 12.429 mililiter etomidate, 7.993 butir happy five, 27.851 gram happy water, serta 5.531 gram THC yang merupakan turunan ganja sintetis.

Sementara itu, pemusnahan di Cilegon, Banten, pada Rabu malam dilakukan di PT Wastec International, perusahaan pengelola limbah B3 yang bekerja sama dengan Polri. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki fasilitas lengkap dan menjamin keamanan selama proses pemusnahan.

“Fasilitas di sini mampu memusnahkan hingga 1.200 kilogram per jam, jauh di atas rata-rata mesin incinerator lainnya yang hanya 15 kilogram per jam. Selain itu, lokasi ini jauh dari permukiman sehingga aman dari dampak residu,” ucap Audie.

Ia menambahkan, barang bukti dimusnahkan dengan tungku bersuhu lebih dari 1.000 derajat Celsius hingga seluruh zat berbahaya hancur menjadi abu dan cairan sisa yang tak lagi bisa dimanfaatkan.

Peredaran narkoba masih banyak terjadi

Audie juga menyampaikan, peredaran narkoba masih banyak terjadi di wilayah barat Indonesia. Meski begitu, jumlah kasus yang terungkap di wilayah timur kini meningkat seiring intensifnya upaya penegakan hukum di daerah tersebut.

Selain itu, peredaran sabu sebagian besar berasal dari luar negeri, terutama Tiongkok. Namun, juga banyak sabu yang diproduksi secara lokal di laboratorium klandestin.

“Sabu ini produk kimia sintetis. Banyak yang masuk dalam bentuk prekursor dari luar negeri, tapi juga bisa diproduksi di dalam negeri. Tantangan kita adalah mengungkap laboratorium-laboratorium gelap ini,” katanya, dikutip dari Antara.

Audie menegaskan, Polri terus berkomitmen untuk memerangi narkoba secara menyeluruh sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

“Arahan Bapak Kapolri jelas: Polri tidak akan berhenti memerangi narkoba. Kita harus terus bekerja keras dan berinovasi agar bisa mengimbangi kecanggihan para pelaku kejahatan narkotika,” katanya. (P-Zamir)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini