Tiga kali pekikkan ‘Merdeka’, YSK : KGPM buktikan lebih berani lawan Belanda

Terkait

PRIORITAS, 30/10/25 (Kawangkoan, Minahasa): Dari Kawangkoan, Kamis (30/10/25) mendapat laporan, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus salut terhadap keberanian para pendahulu Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) melawan kolonial Belanda.

“Baru saya tahu ada gereja yang berani melawan Belanda,” tandas Gubernur yang akrab disapa YSK itu ketika memberikan sambutan pada Ibadah Agung memperingati HUT ke-92 KGPM di Stadion Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) Kawangkoan, Rabu (29/10/25) kemarin.

Tak heran di hadapan sekitar 10.000-an anggota jemaat KGPM yang memadati Stadion SHS (nama mantan Gubernur Sulut dan mantan Penasihat KGPM almarhum Dr SH Sarundajang), Gubernur Yulius Selvanus meneriakkan pekikan merdeka.

“Merdeka…merdeka….merdeka….!!!” yang kemudian disambut warga jemaat dengan teriakan menggemuruh: “Merdeka !!! Merdeka !!! Merdeka !!!

“Wah nggak kalah juga,” ujar Gubernur YSK sambil tersenyum menanggapi semangat warga jemaat yang sudah memadati Stadion SHS sejak pagi hari.

Wariskan sejarah KGPM

Gubernur yang hadir bersama Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS dan para pejabat tinggi Pemprov Sulut tersebut, berharap, sejarah terbentuknya KGPM ini agar terus diwariskan kepada generasi muda.

KGPM juga diharapkan ikut aktif membangun daerah dan menunjang semua program pemerintah baik dari pusat maupun di Sulut.

:Saya memang ingin bertemu langsung dengan rakyat Sulawesi Utara. Termasuk dengan lembaga keagamaan,” akunya.

Kehadiran YSK (Yulius Selvanus Komaling), —sapaan akrabnya– dalam ibadah HUT ke-92 KGPM ini sudah menjawab kerinduan warga jemaat KGPM. Tak heran saat memasuki Stadion SHS, YSK yang menyalami para gembala juga harus berhenti sejenak untuk berfoto dengan warga jemaat.

Begitu juga saat hendak kembali warga jemaat langsung mengerumuni orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini dan meminta berfoto bersama.

*KGPM tegas keluar dari gereja Belanda*

Sebelumnya, Ketua Panitia HUT ke-92 KGPM 2025, Steven Aldi Simbar S.Sos dalam laporannya menyampaikan, pada 29 Oktober 1933 di Desa Wakan Minahasa Selatan, KGPM dengan tegas menyatakan keluar dari ‘Indische Kerk’ (Gereja Negara), gereja yang dibentuk penjajah Belanda. Lalu KGPM menjadi gereja mandiri yang dipimpin oleh bangsa sendiri.

SAS, sapaan akrab mantan Anggota DPRD Minahasa menyampaikan terima kasih karena Gubernur Sulut Yulius Selvanus bisa menghadiri perayaan HUT ke 92 KGPM.

Di sisi lain, Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM, Gembala Francky R Londa STh, MA dalam sambutan pengantar menegaskan kembali komitmen KGPM dalam mendukung program pemerintah.

“KGPM akan tegak lurus dengan pemerintah Dalam membangun bangsa terutama membangun Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.

Usai memberikan sambutan Gubernur didampingi Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS bersama Pucuk Pimpinan/Majelis Gembala KGPM dan Panitia menyalakan lilin ulang tahun.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pnt Tenni Assa dan Bendahara Pnt Emil Tiwa menjelaskan, usai ibadah Agung dilanjutkan dengan pawai barisan anggota jemaat dan lomba kendaraan hias.

“Pawai ini dilepas oleh Wakil Bupati Minahasa Ibu Vanda Sarundajang,” ujar Tenni.

Ibadah Agung dipimpin oleh Majelis Gembala KGPM dengan pelayan firman Ketua Majelis Gembala, Gbl Fera Mamesah Lintong MTh. (P-*r/ap/jr)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini