PRIORITAS, 19/9/25 (Jerusalem): Sekitar empat gudang atau depot senjata Hizbullah yang sengaja disembunyikan dekat rumah penduduk di Lebanon Selatan, meledak dan hancur dibom pesawat jet militer Israel.
Israel Defense Forces (IDF) atau Pasukan Pertahanan Israel mengatakan serangan udara itu, terdiri dari dua gelombang terhadap sejumlah depot atau gudang senjata Hizbullah.
Depot senjata tersebut berada di desa Mays al-Jabal, Kfar Tebanit, Bourj Qalaouiye, Debbin dan lainnya di Lebanon selatan.
“Serangan ini merupakan bagian dari serangkaian operasi yang bertujuan untuk melemahkan kemampuan Hizbullah secara sistematis,” kata juru bicara IDF, Avichay Adraee, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com, hari Jumat (19/9/25).
Militer Israel mengakui gudang-gudang tersebut terletak di wilayah sipil dan Hizbullah menggunakan penduduk Lebanon sebagai “perisai manusia”.
Karena itu, tiga jam sebelum serangan, penduduk setempat sudah diberi tahu untuk menjauh atau evakuasi.
“Anda berada di dalam gedung-gedung yang digunakan oleh Hizbullah. Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dan menjaga jarak setidaknya 500 meter”, kata Avichay Adraee, seperti dilaporkan Ynetnews.
Ia juga mengumumkan hal itu kepada penduduk Lebanon Selatan dalam bahasa Arab di berbagai platform media sosial, termasuk membagikan foto-foto lokasi serangan.
“Amunisi yang digunakan juga presisi, ada pengawasan udara, dan intelijen untuk meminimalkan korban sipil”, jelas Avichay.
Sejak gencatan senjata berlaku, serangan Israel tersebut telah menewaskan lebih dari 300 pejuang Hizbullah dan menyerang lebih dari 300 target di Lebanon.
Resolusi PBB
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengutuk serangan tersebut dan menuduh Israel melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 serta merusak mekanisme pemantauan gencatan senjata.
“Israel tidak menghormati mekanisme tersebut, begitu pula negara-negara yang mendukung perjanjian gencatan senjata,” ujarnya.
Aoun menyebut pelanggaran-pelanggaran tersebut merupakan kegagalan berbahaya, yang mendorong serangan-serangan lebih lanjut. “Sudah saatnya untuk mengakhiri pelanggaran Israel terhadap kedaulatan Lebanon”, katanya.
Militer Lebanon menyatakan Israel telah melakukan lebih dari 4.500 pelanggaran sejak gencatan senjata dimulai, termasuk serangan udara, darat, dan laut.
Lebanon mengatakan serangan terbaru Israel tersebut menewaskan dan melukai warga sipil di beberapa desa.
Militer Lebanon curiga, serangan Israel itu untuk menunda pengerahan pasukan di selatan Sungai Litani, sebagai bagian dari rencana gencatan senjata.
Hizbullah juga mengecam serangan Israel itu. Seorang pejabat senior mengatakan serangan tersebut tidak akan memaksa mereka menyerah. “Ini membuktikan jaminan dan diplomasi internasional, tidak dapat menahan teror Israel”, kata Hizbullah.(P-Jeffry W)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














