Haedar Nashir ajak umat teladani sikap Rasulullah tentang damai

Terkait

Mampu menahan diri

Ia mencontohkan Perjanjian Hudaibiyah, di mana Nabi dan sahabat harus menahan diri dan kembali ke Madinah tanpa memasuki Mekkah, namun menyikapinya dengan bijaksana.

“Beliau lebih memilih jalan damai ketimbang mengikuti emosi sesaat dalam situasi konflik. Kesabaran Nabi saat itu mengajarkan bahwa perdamaian bukan tanda kelemahan, melainkan strategi mulia yang membuka jalan kemenangan lebih besar,” ucap Haedar.

Haedar menekankan perdamaian sebagai kekuatan moral utama yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Perjanjian Hudaibiyah adalah bukti nyata bahwa manfaat terbesar lahir dari pilihan damai, bukan dari pertikaian,” katanya.

Keputusan Nabi menerima perjanjian itu membuka jalan dakwah Islam lebih luas, hingga kaum Quraisy masuk Islam secara berbondong-bondong.

“Nilai besar dari teladan Rasulullah sangat relevan untuk kehidupan kita saat ini. Indonesia sebagai bangsa majemuk kerap dihadapkan pada ketegangan politik, pertarungan kepentingan, dan godaan sektarianisme,” tutur Haedar.

Ia berpesan agar pemimpin bangsa, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun pejabat publik, bercermin pada keteladanan Nabi Muhammad.

“Ketika pemimpin mengedepankan perdamaian, menumbuhkan kepercayaan, dan merangkul semua pihak, bangsa ini akan semakin kokoh,” tutupnya. (P-Khalied M)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini