PRIORITAS, 8/12/25 (Jakarta): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 71,51 poin atau 0,83 persen hingga mencapai level 8.704 pada penutupan sesi I, Senin (08/12/25).
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 8.642–8.720 dan berhasil mencetak rekor tertinggi intraday sepanjang sejarah (all time high/ATH).
Level tertinggi IHSG sebelumnya adalah 8.640 yang dibukukan pada 4 Desember 2025, sementara rekor intraday terdahulu berada di posisi 8.689 yang tercapai pada 5 Desember 2025.
Merujuk data IDX, pada sesi I telah berpindah tangan 34,42 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp12,88 triliun dan total frekuensi perdagangan sebanyak 1.790.924 kali.
Sebanyak 390 saham tercatat menguat, 254 saham bergerak turun, sementara 157 saham lainnya tidak berubah.
Hampir semua sektor saham menunjukkan kenaikan pada penutupan sesi I. Sektor teknologi memimpin dengan lonjakan 2,84 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik 2,52 persen, energi 2,37 persen, kesehatan 2,36 persen, dan transportasi 1,74 persen. Satu-satunya sektor yang melemah adalah perindustrian, turun sebesar 2,13 persen.
Saham top gainers
Beberapa saham yang masuk jajaran top gainers antara lain PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang melompat 34,69 persen ke Rp132, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang naik 34,52 persen menjadi Rp226, serta PT Natura City Development Tbk (CITY) yang meningkat 25 persen ke Rp370.
Saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) melesat 25 persen ke level Rp615, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) ikut terangkat 25 persen menjadi Rp2.500, PT LGK Global Kedaton Tbk (LCKM) naik 24,82 persen ke Rp352, dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) menguat 24,44 persen menjadi Rp555.
Di sisi lain, sejumlah saham masuk jajaran top losers, seperti PT Andalan Sakt Primaindo Tbk (ASPI) yang merosot 14,83 persen menjadi Rp890, PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) turun 11,29 persen ke Rp165, PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) melemah 9,9 persen ke Rp91, PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) menyusut 9,4 persen ke Rp530, serta PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) yang ikut tergelincir 9,4 persen menjadi Rp675. (P-*r/Zamir Ambia)














