PRIORITAS, 9/12/25 (Tomohon) : Mulai tahun depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon mengalokasikan 6.626 warga katagori B3 dalam program kolaborasi penurunan stunting dengan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Integrasi ini diharapkan akan mewujudkan target zero stunting yang sudah dicanangkan Pemkot Tomohon pada 2026.
Bila sebelumnya penanganan stunting hanya difokuskan pada anak kurang gizi, di 2026 integrasi dengan MBG itu akan menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan balita (B3).
“Diharapkan integrasi bersama program MBG ini, penanganan stunting akan lebih optimal, sehingga target kita zero stunting dapat terwujud,” kata Wakil Wali (Wawali) Kota Tomohon Sendy Rumajar saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Daerah Kota Tomohon Tahun 2025, Selasa (9/12/2025).
Wawali Sendy menegaskan penurunan angka stunting menjadi salah satu TakTikInfo.com utama Pemkot Tomohon, karena berkaitan erat dengan kemiskinan, sehingga penanganannya harus dilakukan secara komprehensif.
Sendy yang juga Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kota Tomohon menegaskan, kolaborasi antar dinas dan masyarakat sangatlah penting, termasuk upaya pemerintah pusat melalui program MBG. “Stunting itu tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Menghadapi efisiensi anggaran yang besar di tahun depan, menurut dia, Pemkot harus mencari cara memaksimalkan anggaran, agar program pencegahan stunting di kota Tomohon tetap berjalan sesuai target.
“Saya berharap segala aksi nyata yang boleh kita lakukan bersama dapat menjadi manfaat yang baik bagi masyarakat untuk mencegah stunting di Kota Tomohon, “harap Sendy Rumajar.
Hingga 1 Desember 2025, sebaran anak-anak stunting di kima kecamatan, yaitu Tomohon Utara 7 anak, Tomohon Tengah 1 anak, Tomohon Selatan 2 anak, Tomohon Barat 1 anak, dan Tomohon Timur nihil, sehingga total anak stunting di kota ini sebanyak 11 anak.
Karena itu Wawali Sendy menginstruksikan a camat dan lurah agar mencari tahu kendala-kendala serta menyerap aspirasi dari para pendamping di wilayahnya agar setiap kejadian di lapangan bisa dengan cepat ditangani.
Rakor yang diselenggarakan Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana ini diikuti para camat serta lurah.(P/dg)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














