Israel bom lima pimpinan militan Hamas di Qatar

Terkait

PRIORITAS, 9/9/25 (Yerusalem):  Israel mengebom para pimpinan militan Hamas yang berada di sebuah gedung perlindungan di Doha, Qatar, pada hari Selasa sore (9/9/25).

Laporan menyebutkan lima pimpinan militan Hamas yang melarikan diri ke luar negeri itu, kemungkinan besar telah tewas.

Menurut laporan media setempat seperti seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari Ynetnews, hari Selasa malam (9/9/25), pimpinan militan Hamas yang jadi sasaran itu,  masing-masing Mohammed Darwish sebagai ketua Dewan Syura, Khalil al-Khayya pemimpin militan Hamas di Gaza dan memimpin tim negosiasi kelompok tersebut, Zaher Jabarin pengawas kegiatan Hamas di Tepi Barat, Nizar Awadallah tokoh senior di Gaza; dan Khaled Mashal, yang dianggap sebagai pemimpin Hamas di luar negeri.

Belum diketahui apakah kepemimpinan luar negeri militan Hamas lain ikut jadi korban seperti Razi Hammad, Izzat al-Risheq, Mousa Abu Marzouk dan Hussam Badran.

“Angkatan udara telah melakukan serangan terarah terhadap pimpinan tertinggi organisasi teroris yang tinggal di luar negeri”, kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Shin Bet dalam pernyataan di situs resmi IDF di X.

Operasi pemusnahan para pimpinan militan Hamas di luar negeri itu bernama Summit of Fire Operation.

Serangan udara Israel itu menyasar sebuah gedung bertingkat di distrik Katara, Doha, ibu kota Qatar.

Militer Israel menegaskan serangan tersebut menargetkan para pemimpin militan Hamas yang bertanggung jawab langsung atas pembantaian 7 Oktober 2023 di Israel Selatan, sehingga memicu perang besar di Jalur Gaza hingga kini.

Israel bertanggungjawab

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebutnya operasi Israel yang sepenuhnya independen.”Israel yang memulainya, Israel yang melaksanakannya, dan Israel bertanggung jawab penuh,” ujarnya dalam pernyataan yang dirilis kantornya.

Sejumlah saksi mata mengaku mendengar ledakan keras dan melihat kepulan asap tebal mengepul di atas bangunan bertingkat, yang diketahui tempat para pimpinan militan Hamas berada.

Para pejabat Israel yakin tokoh-tokoh kunci Hamas berada di gedung tersebut.

Seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Kan TV Israel, ada indikasi kuat Khalil al-Hayya, wakil pemimpin biro politik Hamas, dan Zaher Jabarin, pejabat senior lainnya, hadir.

Namun, badan-badan keamanan Israel masih menilai hasilnya dan belum secara resmi mengonfirmasi siapa saja yang berhasil ‘dieliminasi’.

Hamas membantah

Bertentangan dengan klaim Israel, seorang sumber militan Hamas membantah ada anggota kelompok tersebut yang tewas dalam serangan itu.

Kantor berita Reuters mengatakan dua pejabat militan Hamas telah memberitahu, orang-orang yang menjadi sasaran serangan Israel pada saat itu, selamat.

Meskipun begitu, informasi tersebut tidak selalu berarti para pimpinan militan Hamas masih hidup.

Ketika Israel mengebom pertemuan Hizbullah di Beirut tahun 2024 lalu dengan tujuan membunuh pemimpin kelompok tersebut, Hassan Hasrallah, para pejabat awalnya mengklaim dia selamat. Tapi kenyataannya, dia telah terbunuh.

Serangan Israel terhadap lima pimpinan militan Hamas itu, menggemparkan negara Timur Tengah, terutama Qatar dan Iran.

Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut serangan itu sebagai ancaman serius terhadap keamanan warga negara dan penduduk Qatar,  serta pelanggaran kedaulatan. Iran juga menyebut serangan Israel tersebut melanggar hukum internasional. (P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini