Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meresmikan tiga proyek kelistrikan nasional yang dipusatkan di Langowan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. (‘Courtessy Detikom)
PRIORITAS, 29/10/25 (Langowan): Ya, Langowan yang merupakan kampung halaman ibunda Presiden Prabowo Subianto kembali jadi pusat perhatian nasional. Bagaimana tidak, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, meresmikan tiga proyek strategis ketenagakelistrikan yang dipusatkan di Desa Winebetan Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Tiga proyek tersebut, ialah Program Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) di Minahasa, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Wairara Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur dan PLTMH Anggi di Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Usai meresmikan tiga proyek tersebut Bahlil mengatakan ketiga proyek tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mewujudkan pemerataan akses listrik ke seluruh pelosok negeri ini, dan merupakan amanat dan komitmen Presiden Prabowo Subianto agar di tahun 2029 -2030 seluruh desa sudah teraliri listrik.
“Untuk Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat diharapkan di tahun 2026-2027 semua desa sudah menikmati aliran listrik,” ujarnya, Rabu (29/10/2025). Langowan adalah kampung halaman ibunda Presiden Prabowo Subianto.
Dalam acara tersebut melakukan pemasangan lampu secara simbolis proyek program bantuan pemasangan baru listrik di rumah Ferry Sumigar (penerima manfaat).
Di kabupaten Minahasa program bantuan pemasangan baru listrik tercatat 112 rumah tangga. Menteri Bahlil Lahadalia didampingi Gubernur Sulut Yulius Silvanus Komaling, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie dan Bupati Minahasa Robby Dondokambey.
Program strategis
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Strategis “Merdeka dari Kegelapan”. Bahlil menegaskan, pemerataan akses listrik menjadi misi utama pemerintah dalam mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat. Pemerintah menargetkan seluruh desa dan kelurahan sudah berlistrik paling lambat pada 2030.
“Saya perintahkan, agar 2029 sampai 2030 semua desa, semua kelurahan, sudah harus ada listrik. Tidak boleh lagi kita biarkan anak-anak kita, masa depan bangsa, tidak merasakan fasilitas yang layak untuk mereka bisa sekolah baik, bisa kesehatan baik, dan bisa ekonominya baik,” ujar Bahlil seperti dikutip wartaekonomi.
Menurutnya, hingga kini masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum menikmati listrik. Karena itu, program elektrifikasi menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kedaulatan dan transisi energi berkeadilan.
“Indonesia sudah merdeka 80 tahun, tapi masih ada ribuan desa yang belum berlistrik. Salah satu program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo adalah kedaulatan energi dan transisi energi, di dalamnya adalah pemerataan terhadap elektrifikasi. Nah, karena itu tugas mulia,” tegasnya.
Di bandara Sam Ratulangi, menteri Bahlil dijemput Gubernur Yulius Selvanus dan dengan helikopter keduanya menuju Langowan dan dijemput Bupati Minahasa, Robby Dondokambey dan Kapolda Sulut. (P/Adi Palit/dg)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














