‎Majelis Keluar Besar Permesta Mengecam Pelaku Penyadapan Presiden Prabowo, Mengeluarkan 5 Pernyataan Sikap

Terkait

‎Philip Paulus Pantouw (Ketua Umum Majelis Keluarga Besar Permesta)

‎
‎TAKTIKINFO – Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) melalui Ketua Umum Philip Paulus Pantouw dan Wakil Ketua Umum Tommy Waworundeng, mengeluarkan pernyataan sikap soal kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
‎
‎Atas penyadapan tersebut Majelis Keluarga Besar Permesta mengeluarkan 5 poin sikap, termasuk meminta kasus ini dibuka secara transparan untuk mengungkap siapa dalang dibalik penyadapan ini. Berikut pernyataan sikap MKBP yang dikirim ke redaksi Taktikinfo, Rabu, 4 November 2026.
‎
‎PERNYATAAN SIKAP
‎
‎MAJELIS KELUARGA BESAR PERMESTA (MKBP)
‎
‎Tanggal: 4 November 2026
‎
‎Bersama ini, Majelis Keluarga Besar Permesta beserta seluruh jajaran organisasi Permesta menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:
‎
‎1. MENGUTUK DENGAN KERAS
‎
‎Tindakan yang diduga dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, beserta jenderal aktif lainnya, yang diduga menyadap/memantau komunikasi telepon Kepala Negara/ Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, keluarga presiden, para menteri, serta tokoh-tokoh politik dan pejabat tinggi Republik Indonesia. Tindakan ini kami nilai sangat mencurigakan dan berpotensi mengarah pada tindakan makar terhadap pemerintahan yang sah.
‎
‎2. MEMINTA KASUS INI DITUNTASKAN SECARA TRANSPARAN
‎
‎Kami meminta pemerintah dan lembaga berwenang untuk segera menelusuri dan mengungkap siapa dalang sebenarnya di balik peristiwa ini. Jangan sampai hal ini dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengacaukan stabilitas dan kondusivitas Republik Indonesia.
‎
‎3. JIKA KELOMPOK SOLO TERLIBAT, GIBRAN HARUS MUNDUR DARI WAPRES
‎
‎Apabila hasil penyelidikan nantinya  terbukti ada keterlibatan pihak-pihak kelompok Solo dalam operasi penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, termasuk bila nantinya adanya dugaan ditemukan keterlibatan Gibran Rakabuming Raka, maka tidak ada alasan untuk mempertahankan jabatan Wakil Presiden. Penyadapan terhadap kepala negara demi kepentingan politik kelompok tertentu merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan ancaman serius bagi kedaulatan negara. Jabatan Wakil Presiden bukan alat untuk mempertahankan dinasti politik, apalagi menjadi tameng bagi praktik kekuasaan di balik layar. Jika terbukti terlibat, Gibran harus berani mundur! Negara ini dipimpin berdasarkan konstitusi, bukan dikendalikan oleh kekuasaan bayangan!
‎
‎4.  MKBP TEGAS MENDUKUNG PEMERINTAHAN PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO
‎
‎Majelis Keluarga Besar Permesta secara tegas mendukung langkah-langkah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas para oligarki dan sisa-sisa kekuasaan yang melindungi oligarki yang telah mencuri kekayaan bangsa Indonesia. Kami berdiri bersama Presiden Prabowo Subianto untuk membawa Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan sejahtera sesuai amanat konstitusi (Pasal 33 UUD 1945).
‎
‎5. MENJAGA KEDAULATAN DAN KEUTUHAN BANGSA
‎
‎Permesta berdiri atas semangat menjaga keutuhan NKRI. Kami menegaskan bahwa segala upaya yang bertujuan mengacaukan pemerintahan yang sah adalah perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dan harus ditindak tegas sesuai hukum negara.
‎
‎Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan untuk diketahui masyarakat luas dan menjadi perhatian semua pihak yang bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan dan keamanan negara.
‎
‎Tertanda
‎Majelis Keluarga Besar Permesta
‎
‎Ketua
‎
‎Philip Paulus Pantouw
‎
‎
‎Wakil Ketua
‎
‎Tommy Thomas Waworundeng
‎

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini