Nasib ribuan pekerja di ujung ketidakpastian, PT Esun tunggu keputusan KLHK

Terkait

PRIORITAS, 30/10/2025 (Batam): Sekitar 3.000 pekerja PT Esun International Utama masih menunggu kejelasan nasib mereka setelah perusahaan tempat mereka bekerja disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, mengatakan para pekerja masih bekerja seperti biasa, namun belum ada kepastian terkait status perusahaan pasca penyegelan.

“Total ada 3.000 pekerja di sana, dan kami masih menunggu bagaimana proses selanjutnya,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Diky menegaskan, hingga kini belum ada penyegelan penuh terhadap PT Esun dan seluruh pekerja masih menerima gaji seperti biasa. Ia berharap pemerintah pusat segera memberikan kejelasan agar para pekerja tidak menjadi korban kebijakan.

“Kami berharap persoalan ini segera diselesaikan, karena kasihan nasib 3.000 pekerja tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut proses penyegelan dan hasil investigasi telah diserahkan sepenuhnya kepada KLHK.

“Kami belum tahu kelanjutannya, semuanya sudah di KLHK,” katanya singkat.

Diketahui, PT Esun tengah diselidiki atas dugaan pelanggaran impor limbah elektronik dan sempat menghadapi aksi protes pekerja terkait pembayaran upah lembur yang belum cair sejak September lalu.

Salah satu pekerja, Neklah, mengaku manajemen internal menjadi sumber masalah. “Kami tetap butuh kerja. Jangan perusahaannya yang ditutup, tapi benahi manajemennya,” ujarnya.

Penyegelan PT Esun kini menimbulkan kekhawatiran baru bagi ribuan pekerja yang menggantungkan hidupnya di perusahaan pengelola limbah tersebut. (P-Jeff K)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini