Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Tiongkok didukung BI, BNI dan Kuaishou

Terkait

PRIORITAS, 19/8/25 (Beijing): Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Tiongkok, merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada Minggu (17/8/25). Selain seremoni berupa upacara pengibaran bendera merah putih, acara tersebut diisi pameran budaya, produk, dan panggung gembira Indonesia terbesar di Tiongkok selama ini, diberi nama “Gempita Merdeka: Indonesia Fair 2025”.

Diketahui, acara itu mendapat dukungan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Beijing, Bank Negara Indonesia (BNI) Hongkong, dan platform digital Kuaishou.

Acara yang dibagi dalam tiga shift tersebut, terdiri atas upacara pengibaran bendera merah putih pada pagi hari, dilanjutkan dengan pameran budaya, produk, dan panggung gembira Indonesia terbesar di Tiongkok selama ini pada siang, sore dan malam hari.

Lebih dari 6.000 pengunjung, terdiri atas masyarakat Indonesia di Tiongkok, dan warga Tiongkok yang tinggal di Beijing dan sekitarnya. Dalam sesi perayaan berupa hiburan, mereka hadir memadati halaman KBRI di ibukota negara tersebut.

Dalam kesempatan itu, BNI meluncurkan aplikasi BNI WONDR, layanan perbankan digital inovatif yang memudahkan masyarakat Indonesia di Tiongkok bertransaksi lintas negara secara cepat dan aman.

Sementara itu, BI dan People’s Bank of China (PBOC) telah menandatangani kesepakatan baru memperluas implementasi Local Currency Transaction (LCT). Jika sebelumnya hanya mencakup transaksi berjalan dan investasi langsung, kini LCT meliputi seluruh transaksi termasuk rekening modal dan keuangan.

Langkah ini diharapkan mendorong penggunaan Rupiah dan Yuan dalam perdagangan bilateral, memperkuat ketahanan sistem keuangan, serta membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha.

Wajah diplomasi sejati

Dubes RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, melihat rangkaian acara yang dikemas mengesankan tersebut memiliki makna mendalam. Selain itu, semakin yakin bahwa momen sederhana seperti hari ini, interaksi tulus antar masyarakat, adalah wajah diplomasi sejati, persahabatan people-to-people, yang juga akan berkontribusi pada penguatan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok yang memberi manfaat bagi rakyat kedua bangsa.

Dikatakannya, momentum 80 tahun kemerdekaan Indonesia, 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, serta 70 tahun perayaan KAA Bandung menjadi simbol bahwa kemitraan kedua negara memiliki fondasi kokoh, baik melalui kerja sama pemerintah maupun kedekatan masyarakat.

Digelar pertama kali pada 2023 pascapandemi, “Indonesia Fair” kini menjadi agenda tahunan terbesar KBRI Beijing. Dari tahun ke tahun jumlah pengunjung terus meningkat, dan tahun 2025 mencatat rekor baru dengan lebih dari 6.000 peserta.

Bagi masyarakat Tiongkok, “Indonesia Fair” adalah jendela untuk mengenal Indonesia lebih dekat, bukan hanya sebagai mitra dagang, tetapi juga sebagai negara dengan warisan budaya yang kaya dan peluang ekonomi yang menjanjikan.

Hutomo Bayu Listyaghi, Sekretaris Pertama, Fungsi PEKDP KBRI Beijing berujar, “Gempita Merdeka: Indonesia Fair 2025” menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tetapi juga dihidupkan bersama.

“Lewat budaya, kuliner, musik, kerja sama nyata, dan kolaborasi digital, persahabatan Indonesia–Tiongkok semakin erat melangkah ke masa depan,” ucap Hutomo Bayu Listyaghi, melalui keterangannya yang dikutip BeritaTakTikInfo.com pada Selasa (19/8/25). (P-*/ht)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini