Presiden Donald Trump sebut serangan AS ke Venezuela segera dilakukan

Terkait

PRIORITAS, 4/12/25 (Washington): Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J Trump, memperingatkan Amerika Serikat akan segera melakukan serangan terhadap Venezuela.

Trump menilai Venezuela markas sejumlah kartel narkoba, yang sering menyelundupkan barang haram tersebut ke daratan Amerika Serikat. Jutaan orang AS telah menjadi korban akibat narkoba tersebut.

“Sangat segera, kita akan mulai melakukan hal itu di daratan juga karena kita tahu setiap rute, kita tahu setiap rumah, kita tahu di mana mereka memproduksi barang-barang ini, kita tahu di mana mereka mengumpulkan semuanya, dan saya pikir Anda akan melihatnya sangat segera di daratan juga”, kata Trump di Gedung Putih, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com hari Kamis (4/12/25).

The Independent menyebutkan,  Presiden Trump menyampaikan komentar tersebut di Gedung Putih,  selama kesempatan jumpa pers.

Presiden Trump mengklaim ada dukungan populer atas keputusannya menggunakan aset militer,  alih-alih penegakan hukum.

Ia bersikeras memerangi upaya perdagangan narkoba di Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Saat ini militer AS dengan belasan kapal perang termasuk kapal induk,  sudah bersiaga di Karibia untuk melakukan serangan lebih lanjut.

Serang 21 kapal narkoba

Militer AS sudah menyerang 21 kapal yang diduga membawa narkoba dari Venezuela di Laut Karibia dan Samudra Pasifik,  dengan menewaskan 83 orang sejak September 2025 lalu.

“Saya pikir Anda akan menyadari bahwa ini adalah perang. Orang-orang ini membunuh jutaan rakyat kita,” klaim presiden.

Laporan berita menunjukkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, terpaksa  tidur di ranjang yang berbeda setiap malam, gara-gara Presiden Trump mulai secara terang-terangan mengancam akan segera melakukan serangan.

Trump menuding Maduro melindungi kartel-kartel narkoba di Venezuela.

“Saya pikir tahun lalu, kita kehilangan hampir 300.000 orang yang tewas. Itu tidak termasuk keluarga-keluarga mereka”, kata Trump merujuk pada korban akibat narkoba di AS.

“Apakah Anda melihat apa yang terjadi dengan keluarga-keluarga Yeah. Tidak hanya orang-orang yang tewas, tetapi orang-orang yang berusaha menyelamatkan putra atau putri mereka dari racun yang telah mereka terima”, papar Trump.

Resolusi perang

Para ahli menilai resolusi Kekuasaan Perang, mewajibkan presiden AS untuk meminta otorisasi Kongres atas setiap aksi militer yang berlangsung lebih dari 60 hari.

Menurut CBC News, pernyataan Trump tentang serangan ke Venezuela telah mendorong senator AS dari Partai Demokrat dan Republik mengajukan resolusi tentang kewenangan perang.

Mereka akan memblokir tindakan militer AS terhadap Venezuela, jika tanpa persetujuan kongres.

Senator Demokrat Tim Kaine dari Virginia, Chuck Schumer dari New York dan Adam Schiff dari California serta Senator Republik Rand Paul dari Kentucky mengatakan mereka mengajukan resolusi kekuatan perang mereka.

“Kita sedang diseret ke dalam perang dengan Venezuela tanpa dasar hukum atau otorisasi Kongres, dan Senat harus siap menghentikan perang ilegal, yang secara tidak perlu akan membahayakan ribuan anggota militer Amerika,” kata Schiff dalam sebuah pernyataan.

Berdasarkan aturan Senat AS, resolusi kewenangan perang diistimewakan, artinya resolusi tersebut harus diajukan untuk pemungutan suara dalam hitungan hari.(P-Jeffry W)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini