Tumbangkan Medvedev, Alcaraz kembali ke final tenis Wimbledon

Terkait

PRIORITAS, 13/7/24 (London): Petenis peringkat tiga dunia
Carlos Alcaraz ke final turnamen tenis Wimbledon di London, Inggris.
Petenis asal Spanyol ituĀ  mengalahkan Daniil Medvedev 6-7(1), 6-3, 6-4, 6-4 untuk mencapai final di turnamen major London.

Jika ia berhasil mempertahankan gelarnya pada Minggu (14/7/24), AlcarazĀ  akan menjadi petenis keenam yang menyelesaikan gelar ganda Roland Garros-Wimbledon di tahun yang sama setelah Rod Laver, Bjorn Borg, Rafael Nadal, Roger Federer dan Novak Djokovic.

“Saya sangat senang dengan penampilan saya hari ini. Saya memulainya dengan sangat gugup. Dia mendominasi pertandingan, memainkan permainan tenis yang hebat dengan servisnya,” ujar Alcaraz, seperti disiarkan ATP, Sabtu (13/7/24).
Alcaraz, yang juga mengalahkan Medvedev di semifinal Wimbledon tahun lalu, memiliki catatan 3-0 di final Grand Slam setelah kemenangannya di US Open 2022, Wimbledon 2023, dan Roland Garros 2024, menjadikannya petenis termuda yang memenangi turnamenĀ majorĀ di ketiga permukaan.

“Itu sulit bagi saya, tetapi saya mencoba untuk menghilangkan rasa gugup di awal set kedua. Sangat membantu bisa unggul 3-1 dan setelah itu saya bisa memainkan permainan saya sendiri dan lebih menikmati pertandingan. Saya mencoba melepaskan pukulan yang bagus, saya bergerak dengan baik, jadi secara umum saya pikir saya memainkan pertandingan yang cukup bagus.”

Alcaraz tetap tenang setelah kesulitan menemukan level terbaiknya di set pembuka dan meningkatkan permainannya, terutama saat melakukan servis, untuk memastikan kemenangan dalam waktu dua jam 55 menit di Centre Court.

“Saya merasa saya bukan orang baru lagi. Saya tahu bagaimana perasaan saya sebelum final,” kata Alcaraz ketika ditanya tentang kemungkinan ketegangan menjelang final.

“Saya pernah berada di posisi ini sebelumnya dan saya akan mencoba melakukan hal-hal yang saya lakukan untuk menang tahun lalu.”

“Saya akan berusaha menjadi lebih baik dan mencoba melakukan hal-hal yang berjalan dengan baik,” ujar petenis berusia 21 tahun itu.

Cara Alcaraz mengakhiri semifinal sangat kontras dengan set pembuka yang ia hasilkan. Dia tidak seperti biasanya hanya mendaratkan 48 persen (16/33) dari servis pertamanya.

Meskipun berhasil merebut duaĀ breakĀ dari servisnya untuk memaksakanĀ tie-break, Medvedev mampu melewatinya untuk mengklaim keunggulan awal.

Alcaraz langsung meningkatkan eksekusi pukulannya untuk mengawali set kedua. Dia meraih satu-satunyaĀ breakĀ servis pada set tersebut pada gim keempat, danĀ breakĀ awal lainnya pada gim ketiga membawanya ke dalam satu set kemenangan.

Meskipun Medvedev tidak menyerah dan merebut kembaliĀ breakĀ awal di set keempat, kemampuan Alcaraz untuk mengganggu ritme reli terbukti sangat penting.

Alcaraz mematahkan servis, dan kemudian memastikan kemenangan setelah mencetak 55Ā winnerĀ berbanding 31Ā winnerĀ lawannya.

Dengan kemenangan itu, Alcaraz meningkatkan catatanĀ head to headĀ miliknya melawan Medvedev menjadi 5-2.

Meski kecewa dengan kekalahan tersebut, Medvedev dengan cepat memuji lawannya setelah tampil jauh lebih baik di semifinal dibandingkan tahun lalu.

ā€œPertandingan yang sulit, sulit. Carlos bermain bagus. Saya merasa rencana yang saya buat tidak terlalu buruk. Pertandingannya jauh lebih ketat dibandingkan tahun lalu,” kata peringkat lima dunia itu dalam konferensi pers pasca pertandingan.

“Dia sepertinya menyentuh hampir setiap bola di lapangan, berlari dengan baik. Saya mendapat beberapa poin bagus. Saya mungkin bisa menyelesaikan beberapa poin di depan net, tapi tidak berhasil melakukannya.” (P-/ANT/wr)— foto ilustrasi istimewa

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini