PM sementara Nepal beri pesan tak terduga

Terkait

PRIORITAS, 16/9/25 (Kathmandu): Perdana Menteri (PM) sementara Nepal, Sushila Karki, mengeluarkan pesan tak terduga dengan menegaskan dirinya hadir bukan untuk menikmati kekuasaan. Tetapi mempunyai tanggungjawab moral untuk membangun kembali Nepal menjadi negara yang lebih baik.

“Tim saya dan saya di sini bukan untuk mencicipi kekuasaan. Nepal sedang mengalami krisis ekonomi dan TakTikInfo.com pemerintahan sementara adalah rekonstruksi dan stabilitas ekonomi,” ujar Karki, lapor media India, NTDV, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari CNBC Indonesia, hari Selasa (16/9/25).

Ia juga hanya diberi waktu enam bulan sebagai pemerintah transisi, untuk menyelenggarakan pemilihan umum, dalam membentuk kabinet baru yang bersih dari korupsi sesuai tuntutan para pendemo kaum Gen-Z.

“Kami tidak akan tinggal lebih dari enam bulan. Kami akan menyerahkan tanggung jawab kepada parlemen baru. Kami tidak akan berhasil tanpa dukungan Anda,” tambahnya.

Kompensasi

Menurut The Himalayan Times, jumlah korban tewas dalam protes baru-baru ini telah meningkat menjadi 72 orang, termasuk 59 demonstran, 10 narapidana, dan tiga petugas polisi. Lebih dari 500 orang luka-luka.

Saat pertama menjabat, Karki juga mengumumkan kompensasi sebesar 1 juta rupee Nepal kepada keluarga masing-masing korban.

Pemerintah sementara, katanya, akan menanggung biaya perawatan bagi mereka yang terluka dan juga membantu mereka secara finansial.

Nepal dilanda demonstrasi Gen-Z yang memprotes pelarangan media sosial dan pemerintah korup.

Aksi unjukrasa massal itu berujung kekerasan melanda negeri itu dan menggulingkan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin KP Sharma Oli dari Partai Komunis.

Oli mengundurkan diri usai rumahnya dibakar massa dan hingga kini tak diketahui keberadaannya.

Dikenal tegas

Sushila Karki, berusia 73 tahun, merupakan Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Nepal. Ia menjadi perempuan pertama di kursi tertinggi pemerintahan negeri Himalaya itu.

Pengangkatannya terkait sosoknya yang dikenal independen dan tegas.

Ini terjadi dua hari setelah negosiasi intensif dilakukan Panglima Panglima Angkatan Darat Nepal Jenderal Ashok Raj Sigdel dan Paudel serta perwakilan dari “Gen Z”, gerakan pemuda yang memimpin demonstrasi.

Karki memang dianggap secara luas memiliki citra yang bersih.

Para anggota parlemen (DPR) dan kabinet yang diduga ‘kotor’ sempat melakukan pemakzulan terhadapnya, ketika baru hampir 11 bulan masa jabatannya sebagai ketua MA.

Meski ia tidak berhasil dilengserkan, namun karena sakit hati Karki akhirnya mengajukan permohonan berhenti sebagai ketua MA.

Kini Karki dan kabinetnya akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk memulihkan hukum dan ketertiban.

Ia juga harus membangun kembali parlemen dan gedung-gedung penting lainnya yang rusak akibat diserang pendemo.

Selain itu ia harus meyakinkan para pengunjuk rasa Generasi Z yang menginginkan perubahan di Nepal.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini