‘Shutdown’ AS resmi berakhir, kesepakatan politik akhiri kebuntuan panjang di Kongres

Terkait

PRIORITAS, 13/11/25 (Jakarta): Penutupan sebagian kegiatan pemerintahan Amerika Serikat (AS) atau government shutdown yang berlangsung sejak 1 Oktober 2025 akhirnya berakhir. Kongres AS, baik Senat maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), telah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) pendanaan sementara untuk memulihkan operasional pemerintahan.

Usai disetujui Kongres, Presiden AS Donald Trump menandatangani RUU pendanaan itu pada Rabu (12/11/25) waktu setempat, menandai berakhirnya kebuntuan anggaran yang sempat melumpuhkan sebagian layanan publik.

Diketahui, shutdown pemerintah selama 43 hari ini menjadi yang terlama dalam sejarah negeri Paman Sam tersebut, melampaui rekor sebelumnya. Hal itu menimbulkan dampak besar bagi layanan publik, ekonomi, hingga stabilitas politik di Washington.

Partai Republik yang menguasai → dua kamar Kongres tak mampu meloloskan anggaran tanpa dukungan Demokrat, sementara Demokrat menolak rancangan karena pemotongan dana program sosial dan insentif pajak asuransi kesehatan.

Shutdown terasa hingga layanan publik penting, ribuan pegawai federal tidak digaji, izin-usaha tertunda, operasional sejumlah lembaga terganggu.

Setelah lebih dari 40 hari kebuntuan, Senat akhirnya meloloskan tahap awal kesepakatan pada 9 November dengan dukungan dari sebagian kecil Demokrat moderat.

Inti kesepakatan: pendanaan pemerintah hingga akhir Januari 2026, pembayaran gaji tertunda pegawai federal, dan komitmen untuk pemungutan suara atas perpanjangan subsidi asuransi kesehatan di kemudian hari.

Belum mencakup otomatis perpanjangan subsidi

Meski begitu, kesepakatan belum mencakup otomatis perpanjangan subsidi program Affordable Care Act (ACA) yang menjadi tuntutan utama Demokrat.

Kesepakatan itu masih harus disetujui oleh House of Representatives dan ditandatangani oleh Donald Trump untuk resmi berlaku.

Sebagaimana dikutip dari Vibiz News, pasar keuangan merespons positif, indeks dolar sedikit menguat menandakan ekspektasi stabilitas fiskal meningkat setelah kebuntuan panjang.

Meski shutdown resmi berakhir dengan kesepakatan awal, kondisi ke depan tetap rentan jika negosiasi lanjutan gagal — menunjukkan betapa rapuhnya fungsi pemerintahan bila kompromi politik tertunda. (P-Zamir)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini