PRIORITAS, 6/12/25 (Jakarta): Di usia 82 tahun, Mick Jagger masih berlari ke sana kemari di panggung seperti musisi yang baru debut.
Sejak era akhir 1960-an, gaya pentasnya selalu jadi magnet energi. Kini, dengan rambut memutih dan keriput di wajah, ritmenya nyaris tidak berubah.
Kelihaian itu tidak muncul tiba-tiba. Setiap konser The Rolling Stones memperlihatkan bagaimana kebugarannya tersisa nyaris tanpa kompromi.
Jagger tetap menari, menjaga tempo, dan menyelesaikan puluhan lagu dalam satu malam tanpa terlihat kehabisan napas. Pergerakannya yang tetap luwes menjadi bukti bahwa fondasi fisiknya dirawat dengan disiplin panjang.
Isadora Puiggene lewat buku ‘A Pact with the Devil: The Healthy Habits of the World’s Most Dynamic Rolling Stone’ memaparkan pola latihan sang vokalis.
Dia menjelaskan bagaimana kebiasaan kecil yang dilakukan Jagger secara konsisten berubah menjadi fondasi stamina yang jarang dimiliki musisi seusianya.
“Dia berlatih, berolahraga hampir setiap hari. Dia mengombinasikan berbagai disiplin olahraga, diikuti dengan diet ala atlet dan melakukan meditasi,” ujar Puiggene.
Puiggene menilai gaya hidup itu relevan bagi siapa pun. Menurutnya, Jagger bukan hanya mengandalkan genetik, tetapi kesadaran akan tubuhnya sendiri.
Setiap pilihannya diarahkan untuk menjaga daya tahannya, terutama melihat intensitas tur dunia yang terus berlanjut meski usianya terus naik.
“Sulit dibantah, Mick Jagger punya genetika yang patut ditiru. Tapi, ramuan sejati untuk awet muda adalah disiplin dan tekad yang ia terapkan dalam segala hal yang ia lakukan, terutama saat merawat tubuh dan pikirannya,” kata Puiggene.
“Ini bukan perjanjian dengan iblis, ini perjanjian dengan dirinya sendiri,” sambungnya.
Penjelasan itu sejalan dengan cerita Jagger sendiri. Kepada Daily Mail, ia pernah memaparkan rutinitas latihannya secara sederhana, tetapi konsisten.
“Saya berlatih lima atau enam hari dalam seminggu. Saya berlatih untuk stamina saya,” ujarnya.
Rutinitas itu didukung oleh pelatih profesional asal Norwegia, Torke Eike, yang sudah lama mendampinginya.
Latihan Jagger mencakup renang, kick boxing, bersepeda, hingga balet untuk menjaga keseimbangan tubuh—sebuah aspek penting untuk gerak tarinya di panggung.
Ia juga menambahkan yoga dan pilates dalam rutinitasnya. Namun pendekatannya tidak pernah memaksakan intensitas ekstrem.
Yang ia jaga adalah kekonsistenan, sesuatu yang membuat tubuhnya tetap responsif meski usianya terus bertambah.
Keberlanjutan kebiasaan itulah yang terlihat setiap kali ia tampil. Di antara sorot lampu dan ribuan penonton, Jagger tidak sekadar bernyanyi.
Jagger bergerak dengan ritme yang dibangun dari hidup yang tertata, dari latihan harian hingga perhatian pada kesehatan mental.
Hasilnya? Seorang legenda yang tetap bertenaga di panggung, bahkan ketika kebanyakan orang seusianya memilih melambat. (P-Khalied M)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














