TAKTIKINFO – Turnamen Bridge memperebutkan Walikota Pontianak Cup 2026, yang dibuka Ketua Pengkot GABSI Pontianak Daniel Edward Tangkau, SH, CLA pada Jumat, 17 Juli 2026, secara resmi ditutup Walikota Pontianak Ir.H.Edi Rusdi Kamtono, yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Syarif Rizal, pada Minggu, 19 Juli 2026.
Selain dihadiri Kadisporapar, pada acara penutupan tersebut turut hadir juga Ketua Pengprov GABSI Kalimantan Barat Christian Makunimau, Ketua Pengkot GABSI Pontianak Daniel Edward Tangkau, S.H., CLA, Perwakilan KONI Kalimantan Barat Iskandar, serta Wakil Sekjen KONI Kalimantan Barat, Raden Hidayatullah.
Pada sambutan diacara penutupan, Kadisporapar Kota Pontianak Syarif Rizal, mengeluarkan gagasan menarik untuk pengembangan olahraga Bridge di Pontianak.
Menurutnya, tantangan terbesar bridge saat ini bukan sekadar menyelenggarakan turnamen, melainkan bagaimana membuat masyarakat, terutama generasi muda, tertarik mengenal dan memainkan bridge.
Syarif Rizal mengusulkan agar bridge hadir dalam kegiatan Car Free Day di Pontianak, sehingga masyarakat dapat melihat langsung permainan ini, bahkan ikut mencobanya.
“Dan kegiatan bridge di Car Free Day seperti ini berpotensi dicatat sebagai Rekor MURI, bahkan mungkin menjadi yang pertama di dunia sebagai pertandingan bridge massal di ruang terbuka,” ungkapnya.
Apabila gagasan tersebut dapat diwujudkan, Pontianak tidak hanya dikenal sebagai penyelenggara turnamen bridge, tetapi juga sebagai kota yang mem-pelopori gerakan memasyarakatkan bridge di Indonesia.Â
Selain ide Kadisporapar yang ingin menyelenggarakan iven bridge di sepanjang jalan Car Free Day, pada acara penutupan tersebut juga telah melahirkan sejumlah pembicaraan yang sangat positif bagi perkembangan bridge di Kalimantan.
Ketua Pengkot GABSI Pontianak, Daniel Edward Tangkau, juga mengungkapkan keinginannya untuk menggelar turnamen Bridge di Kota Balikpapan sebelum akhir tahun 2026.
Sementara itu, Ketua Pengprov GABSI Kalimantan Barat Christian Makunimau, bersama Wakil Sekjen KONI Kalimantan Barat Raden Hidayatullah, akan mengusulkan pada Kongres GABSI di Kota Mamuju, Sulawesi Barat nanti, agar Pontianak-Kalimantan Barat ditunjuk sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional Bridge 2027.
Dengan alasan kota Pontianak bukanlah kota yang asing bagi insan bridge nasional. Kota Khatulistiwa ini juga pernah sukses menjadi tuan rumah Kejurnas Bridge 2013. Jika usulan di Kongres GABSI mendapat persetujuan, maka Pontianak akan kembali menjadi pusat perhatian bridge Indonesia.Â
Hasil Turnamen dan Para Juara
Nomor Beregu
Tim MCC Preservasi dari Jakarta berhasil menjuarai nomor beregu dalam Turnament Bridge Walikota Cup 2026. Tim MCC Preservasi utusan DKI Jakarta ini diperkuat Vian Bitticaca, Noldy Ngantung, Syahrial Ali, Leslie Gontha, dan Isman Ramadi. Mereka berhasil memboyong piala bergilir, Walikota Pontianak Cup 2026.
Untuk posisi runner-up diraih Tim Beli In yang diperkuat Siti M, Clara Y, Agung J, Firman S, Fajar P, dan Ermin M. Tim ini menjadi salah satu tim yang memberi kejutan dalam turnamen bridge kali ini, dengan penampilan yang solid sejak babak penyisihan.
Sementara di posisi ketiga diraih tuan rumah Pontianak melalui Tim Khatulistiwa Pontianak. yang diperkuat atlet Theddy S, Richo FM, Vedy S. Zend, Pramudita Munandar, dan Bert Toar Polii.
Sedangkan juara keempat ditempati Tim Sambas Open, yang diperkuat Supardi, Varry, Eko, Rusdiansyah, dan Bob S, yang tampil cukup kompetitif sepanjang turnamen.
Nomor beregu diikuti 12 tim, yang hampir seluruhnya berasal dari Kalimantan Barat. Hanya satu-satunya tim tamu dari luar daerah yakni Tim MCC Preservasi yang datang khusus dari Jakarta.
Untuk nomor beregu menggunakan sistem Swiss sebanyak 6 sesi dan sesi 12 papan, yang berhasil meloloskan empat tim ke babak final. Kemudian pada babak final, keempat tim ini bermain dengan sistem setengah kompetisi (round robin) 14 papan.
Nomor Consolation Pairs
Untuk nomor Consolation Pairs diikuti oleh para pemain yang tidak tampil pada babak final nomor beregu. Nomor ini diikuti 21 pasangan dan bertanding dalam format 10 sesi, setiap sesi 2 papan.
Keluar sebagai juara di nomor Consolation Pairs adalah pasangan Indra & Yayan yang tampil paling konsisten dan berhasil menjadi juara dengan skor 67,08%, posisi kedua ditempati pasangan G. Christanmas & Tenny dengan skor 66,08%, dan di posisi ketiga diraih Ibrahim & Ferry dengan skor 55,44%.
Nomor Pasangan Terbuka (Open Pairs)
Tampil sebagai juara di nomor Open Pairs adalah pasangan mantan anggota Tim Nasional Junior Indonesia Thedy Setiawan/Richo. Posisi runner up ditempati pasangan Buyung/Budi, ditempat ketiga ditempati pasangan Isman/Hairuddin, dan posisi keempat diraih pasangan Ricko/Zulfi.
Panitia juga memberikan penghargaan khusus kepada pasangan Zend/Kurnia sebagai Best Mixed Pair, sementara gelar Best Junior Pair diraih oleh pasangan Teguh/Dika.
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














