PRIORITAS, 5/8/25 (Jakarta): Angelica B Tengker dilantik sebagai Ketua Umum DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) periode 2025–2030 dalam acara pengukuhan resmi di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (1/8/25).
Dalam pelantikan ini juga mengangkat Jolene Marie Cholock Rotinsulu dan Reyniel Fero Walandouw ke jajaran pengurus bidang kepemudaan melalui prosesi adat Minahasa.
Acara pelantikan itu menghadirkan sejumlah tokoh publik asal Manado, termasuk Jolene Marie Cholock Rotinsulu dan Reyniel Fero Walandouw.
Keduanya menjabat dalam struktur DPP KKK baru sebagai Ketua dan Wakil Ketua Bidang Kepemudaan.
Angelica menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan tersebut dan mengajak seluruh warga Kawanua untuk bersatu menjaga budaya.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Mari kita terus melestarikan warisan budaya dan menjaga semangat kebersamaan,” kata Angelica dalam pidatonya.
Pelantikan itu dimulai dengan ibadah bersama lalu dilanjutkan pembacaan surat keputusan dan pengukuhan melalui prosesi adat Minahasa. Tradisi tersebut meliputi Kumaray, Tumatawaang, Sumasanti, dan Mengaley.
Dimeriahkan artis Kawanua
Pengukuhan ini turut dimeriahkan oleh artis nasional berdarah Kawanua seperti Ermy Kulit, Vonny Sumlang, Dirly Dave Sompie, Putri Bilanova, Mongol, dan Sion Gideon. Mereka tampil menghibur ribuan warga Kawanua yang hadir di lokasi acara.
Pengurus baru membawa semangat “Esa Lalan Esa Toroan” yang berarti satu jalan satu tujuan. Semboyan ini menjadi penegas bahwa organisasi bukan hanya sebagai wadah administrasi tetapi pemersatu budaya Minahasa di perantauan.
Dalam kepengurusan kali ini, Jolene yang dikenal sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2019 dan finalis Miss International 2019 ditugaskan memimpin bidang kepemudaan.
Reyniel Fero Walandouw, aktor dan penyandang gelar Nyong Manado dan Nyong Sulut 2008, mendampingi Jolene sebagai wakilnya. Ia dikenal luas lewat film Senja Kala di Manado.
Jolene sebelumnya membintangi sejumlah film seperti Lampir, Kuyank, dan Angel Pol. Sedangkan Reyniel juga aktif di berbagai kegiatan budaya Kawanua.
Kehadiran dua figur muda ini disebut sebagai strategi regenerasi yang memberi semangat baru dalam pelestarian budaya Minahasa. (P-Khalied M)
















