PRIORITAS, 26/10/25 (Jakarta): Pelebaran atau penonjolan pada pembuluh darah atau aneurisma bisa berbahaya bila diketahui telah pecah. “Aneurisma terbentuk ketika titik lemah berkembang di pembuluh darah dan otak, lalu perlahan menggelembung keluar, seperti lapisan tipis pada balon yang aus,” kata ahli anestesi dan spesialis pengobatan nyeri intervensional dr. Kunal Sood, dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (25/10/25) sebagaimana dilansir dari Antara Minggu (26/10/25).
Kendati demikian, dr Sood menerangkan, sebagian besar aneurisma tidak berbahaya dan seringkali ditemukan secara kebetulan. “Bahaya sebenarnya dimulai ketika salah satunya pecah,” ungkapnya.
Namun dr Sood memperingatkan risikonya, jika salah satunya pecah, dapat menyebabkan pendarahan di sekitar otak, yang disebut pendarahan subaraknoid, yang dapat mengancam jiwa.

Ia menyoroti faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya atau pecahnya aneurisma yaitu tekanan darah tinggi, merokok, riwayat keluarga aneurisma, kondisi genetik tertentu seperti penyakit ginjal polikistik atau sindrom Ehlers-Danlos.
Ditambahkannya, aneurisma biasanya terdeteksi melalui MRI atau angiografi CT. Setelah teridentifikasi, penanganannya bergantung pada ukuran dan risikonya.
Katanya, aneurisma kecil yang belum pecah seringkali dipantau secara teliti, sementara kasus berisiko tinggi mungkin memerlukan pemotongan bedah atau pemasangan koil endovaskular untuk mencegah ruptur.
Ia mengisahkan, belum lama ini, bintang realita TV Kim Kardashian mengungkapkan kondisi kesehatannya yang didiagnosis menderita aneurisma otak, yang oleh dokter dikaitkan dengan stres akibat perceraiannya yang kontroversial dengan Kanye West.
Kim membuka diri tentang kondisinya di pemutaran perdana musim ke-7 “The Kardashians,” yang tayang pada 22 Oktober 2025 baru lalu. (P-hdt)














