Banyak Gen Z Jepang tak ingin minum alkohol

Terkait

PRIORITAS, 15/9/25 (Tokyo): Generasi muda di Jepang terutama kaum Gen-Z yang lahir antara tahun 1997 – 2012,  kini tak ingin mengkonsumsi alkohol seperti generasi tua dahulu.

Mereka menolak budaya Nomikai (nominication) “minum sosial” yang begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari warga Jepang sejak lama.

Banyak di antara mereka memilih gaya hidup sehat dan seimbang, jauh dari tekanan tradisi minum bersama rekan sehabis pulang kerja. Demikian seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com, hari Senin (15/9/25).

Menurut survei “Konsumsi Alkohol Gen Z” yang dirilis konsultan pemasaran Mery pada Agustus 2025 lalu, hampir 44% warga Jepang berusia 20–29 tahun tidak pernah minum alkohol.

Sekitar 16% hanya minum sekali sebulan, sementara lebih dari 59% nyaris tidak minum sama sekali.

Penyebabyang paling banyak disebutkan meliputi 33,7% (tidak ada alasan khusus), 24% (tidak tahan alkohol), 22,6% (merasa lebih senang tanpa minum alkohol), 21,6% (tidak suka rasanya), 18% (khawatir dampak kesehatan) 10% (harga alkohol terlalu mahal) dan 7% (lingkungan pertemanan juga tidak minum alkohol).

Di sisi lain, hanya sekitar satu dari enam responden yang mengaku rutin minum alkohol, dengan 10,3% minum 4–6 kali seminggu dan 7,7% hampir setiap hari.

Pandangan negatif

Survei tersebut juga menemukan bahwa 60% generasi muda memiliki pandangan negatif terhadap budaya “minum bersama” di tempat kerja, yang dalam budaya Jepang dikenal dengan istilah “nominication”—gabungan kata nomu (minum) dan communication.

Agen real estat berusia 26 tahun asal Yokohama, Issei Izawa,  mengaku kini lebih fokus pada olahraga daripada minum alkohol.

“Saya pikir tidak baik bagi perusahaan ketika karyawan lelah atau mabuk beberapa kali dalam seminggu,” ujarnya.

Tren ini juga tercermin pada penjualan bir. Data dari produsen bir besar Jepang menunjukkan konsumsi bir pada Agustus turun 9% dibanding tahun sebelumnya.

Ini  menandai penurunan bulanan kelima berturut-turut. Padahal sebelumnya bir dianggap “minuman wajib” saat musim panas.

Para ahli menilai perubahan ini dipengaruhi pandemi Covid-19, tekanan biaya hidup, serta kesadaran akan pentingnya keseimbangan hidup.

Dosen sosiologi Universitas Yamanashi Gakuin, Sumie Kawakami, menilai generasi muda kini lebih memilih menghabiskan waktu untuk diri sendiri, ketimbang pesta minum dengan atasan atau teman kerja.

“Anak muda tidak lagi melihat minum-minum setelah kerja sebagai kewajiban. Mereka lebih memilih pulang cepat dan fokus pada kehidupan pribadi,” kata Kawakami, tulis Beritasatu.com.

Fenomena ini mencerminkan pergeseran besar dalam budaya sosial Jepang, di mana tradisi minum bersama yang dahulu dianggap penting kini semakin ditinggalkan demi kesehatan dan keseimbangan hidup.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini