PRIORITAS, 21/9/2025 (Batam): Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) melalui Seksi Konservasi Wilayah II Batam mencatat delapan laporan konflik kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang masuk ke pemukiman warga di Kota Batam sepanjang 2025.
“Sejak Februari hingga Agustus ada delapan laporan yang kami tangani,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA, Tommy Steven Sinambela, dalam keterangannya Minggu (21/9/25).
Kasus pertama terjadi 24 Februari di Hutan Lindung Duriangkang, disusul laporan di perumahan Baloi Permai, komplek Polda Kepri, Botania, Kampung Seraya, Tembesi, hingga Bandara Hang Nadim pada awal Agustus.
Menurut Tommy, fenomena ini wajar karena habitat kera beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman, sehingga satwa mencari makan ke lingkungan warga. Selain kera, keberadaan elang juga mulai dilaporkan mengganggu aktivitas di sekitar bandara.
BKSDA mengimbau warga tidak memberi makan kera dan menjaga kebersihan lingkungan agar satwa tidak terbiasa datang. Jika pemukiman berdekatan dengan hutan, penanganan dilakukan melalui sosialisasi. Namun bila sudah tidak ada hutan tersisa, kera akan dievakuasi dan dilepasliarkan ke Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning.
“Kami tidak bisa terus menerus memindahkan kera ke TWA karena populasinya bisa membludak. Harapan kami, tidak ada lagi perubahan fungsi lahan agar satwa tetap punya habitat alami,” tegas Tommy.(P-Jeff K)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














