PRIORITAS, 6/3/25 (Jakarta): Suasana kekeluargaan, keakraban, gotong royong mewarnai acara buka puasa bersama dan peluncuran buku “Pernak Pernik HPN 2025, Melayani Sepenuh Hati” yang diselenggarakan Pengurus PWI Pusat di Wisma Suara Merdeka, Tebet, Jakarta, Rabu (5/3/25).
Ini menandakan PWI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Hendry Ch Bangun tetap produktif di bulan Ramadhan dan optimistis menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
“Acara buka puasa bersama dan peluncuran buku, memperkokoh kesuksesan HPN 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” ujar Ketum PWI Pusat Hendry Ch Bangun saat menerima buku Pernak Pernik HPN 2025 dari Ketua HPN 2025, Raja Prlindungan Pane.
Dalam acara yang dihadiri juga oleh sejumlah wartawan senior anggot PWI itu, Raja Pane mengatakan, disamping buku HPN 2025, juga ada launching beberapa buku. “Ini wujud rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan HPN 2025,” ujar Raja Pane.
Dikatakan, buku Pernak Pernik HPN 2025 diinisiasi oleh Dr. Budi Nugraha yang juga bertindak sebagai editor. Buku ini adalah kumpulan karya yang ditulis oleh panitia HPN dan wartawan senior anggota PWI. Mereka menuliskan pengalamannya, menyiapkan, mengikuti acara akbar ini. “Tulisannya ringan, renyah dan sarat makna,” jelas Raja Pane.
Tiga wartawan penerima penghargaan Press Card Number One (PCNO) di HPN 2025 juga meluncurkan bukunya, di antaranya (1) Buku bertajuk “Pentingnya Wartawan Memahami Etika Jurnalistik” karya Berman Nainggolan; (2) buku berjudul “Peran Pers Dalam Penegakan Hukum Ditinjau Dari Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999” karya Naek Pangaribuan dan (3) Buku karya Umi Sjarifah bertajuk “Pergulatan Jurnalis Perempuan Membangun Media Sudut Pandang di Era Digital.”

Terbitnya buku-buku ini menandakan bahwa wartawan anggota PWI tetap kerja produktif dan berpikir positif menghadapi tantangan masa depan, ujar Hendry Bangun.
“Peluncuran buku HPN, dan 3 buku yang ditulis oleh wartawan penerima kartu Press Card Number One (PCNO) ini menunjukkan kita produktif dan positif menyikapi tantangan masa depan. Ini orientasi kita ke depan untuk kesejahteraan anggota. Kita tidak ingin pikir apa-apa (negatif, Red),” ujar Hendry Ch Bangun.
Hendry Bangun mengatakan, memang dinamika HPN ini luar biasa hebat, sangat memakan pikiran dan perasaan. “Tapi ini wajar aja dalam sebuah organisasi, sebesar PWI,” ujarnya.
Ketua Panita Pelaksana HPN 2025, Raja Parlindungan Pane menambahkan, terbitnya buku HPN 2025 ini mengingatkan dia pada semangat gotong royong dan kebersamaan.
Raja Pane mengaku telah mengikuti kegiatan HPN lebih dari tiga kali. Dirinya mengatakan HPN 2025 ini paling solid. “Semua solid dan enggak ada yang memegang teguh pada bagiannya saja. Semua saling gotong royong,”ujarnya. (P-bwl)














