DPR pangkas fasilitas, pengamat soroti reformasi partai politik

Terkait

Partai lokal perlu dibentuk

Ia menambahkan, partai lokal perlu dibentuk agar masyarakat bisa mengawal kebijakan dari akar rumput. Dengan begitu, kebijakan bermasalah bisa diantisipasi lebih dini.

“DPR bersama masyarakat sipil juga perlu mendorong pembentukan partai lokal yang aktif mengorganisir aspirasi politik di tingkat lokal, mengawalnya secara intensif,” tutur Hanief.

Ia memberi contoh kasus kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Pati, Cirebon, Bone, dan Jombang. Menurutnya, hal itu bisa dicegah bila partai lokal ikut aktif mengawasi jalannya kebijakan publik.

Tenggat pemenuhan 17+8 Tuntutan Rakyat berakhir pada Jumat (5/9/2025). Dokumen itu diserahkan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah ke DPR sehari sebelumnya. Sejumlah aktivis dan influencer hadir menyerahkan langsung, antara lain Abigail Limuria, Afutami, Jerome Polin, Andovi dan Jovial da Lopez, Fathia Izzati, dan Ferry Irwandi.

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini