Empat milisi Gaza siap hancurkan militan Hamas

Terkait

PRIORITAS, 28/10/25 (Jalur Gaza): Empat kelompok milisi bersenjata Palestina yang didukung negara Arab dan Israel, siap menghancurkan militan Hamas di Jalur Gaza.

Informasi yang dirangkum BeritaTakTikInfo.com.com hari Selasa (28/10/25) menyebutkan empat milisi dengan anggota ribuan orang tersebut, bergabung dalam ‘Proyek Gaza Baru’ untuk melenyapkan militan Hamas di seluruh Jalur Gaza.

Para pemimpin milisi tersebut mengungkapkan selama ini militan Hamas telah melakukan tindakan penindasan, kejam dan brutal serta pembunuhan terhadap masyarakat sipil di Jalur Gaza.

Dendam kesumat milisi Jalur Gaza terhadap militan Hamas makin meningkat,  setelah militan Hamas sudah dua kali berturut-turut mempertontonkan pembunuhan di depan publik di Kota Gaza,  terhadap sejumlah anggota milisi,  yang tidak mau mendukung tindakan biadab mereka.

“Sudah saatnya kami akan menghancurkan militan Hamas. Perjuangan mereka justru merugikan dan menyengsarakan warga Palestina di Jalur Gaza”, kata salahsatu pemimpin milisi.

Militan Hamas telah menghadapi para milisi di Jalur Gaza sejak gencatan senjata 13 Oktober 2025 lalu.

Militan Hamas dikabarkan merencanakan tindakan penindasan ‘terbesarnya’ terhadap warga pendukung mapun anggota milisi.

Laporan militer Israel sebelumnya menyebutkan, ratusan ribu warga di Jalur Gaza, diancam militan Hamas untuk tidak boleh mengungsi saat Israel membombardir Jalur Gaza.

Mereka sengaja dijadikan tameng hidup untuk menghalau serangan Israel.

Dalam berbagai rekaman lewat telepon, masyarakat mengakui ketakutan karena ditodong dengan senjata.

Apalagi banyak warga sipil sengaja dibunuh militan Hamas karena coba melarikan diri, meski sudah diancam agar tidak pergi mengungsi.

Beroperasi di garis kuning

Israel dan negara Arab diduga sengaja menggunakan para milisi, karena Israel terikat perjanjian gencatan senjata yang diputuskan di Mesir.

Serangan untuk memusnahkan militan Hamas juga harus dilakukan, karena kelompok teror itu sudah berkali-kali mengatakan tidak akan menyerahkan atau meletakkan senjata, walaupun mendapat tekanan dan ancaman dari AS serta Israel.

Sebuah investigasi mengidentifikasi empat milisi Palestina yang akan memerangi militan Hamas itu, kini sudah beroperasi di wilayah yang dikendalikan militer Israel di sepanjang garis kuning.

Peta lokasi di Jalur Gaza tempat para milisi bersenjata yang siap menghancurkan militan Hamas. (thecradle)

Wilayah itu sesuai peta gencatan senjata yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump.

Mereka dipimpin Ashraf al-Mansi (utara), pemimpin klan yang berafiliasi dengan Fatah, Rami Khalas (timur Kota Gaza), Hossam al-Astal (Khan Younis), dan Yasser Abu Shabab (timur Rafah).

Astal mengatakan markasnya hanya berjarak 700 meter dari pos militer Israel dan seorang koordinator Israel telah setuju untuk membentuk “Zona Hijau”,  yang bebas dari penembakan atau tembakan senjata.

Dua pemimpin milisi di Jalur Gaza itu adalah mantan petugas keamanan Otoritas Palestina.

Sementara milisi Mansi membantah kontak langsung dengan militer Israel, namun mereka mengakui koordinasi dengan Kantor Koordinasi Distrik Israel.

Abu Shabab sebelumnya mengatakan kepada Radio Angkatan Darat Israel, dia terbuka untuk bekerja sama dengan Israel, dan menyebut rencana gencatan senjata Trump sebagai cara untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza.

“Segera kami akan menguasai sepenuhnya Jalur Gaza,” tegas Abu Shabab.

Biayai persenjataan

Laporan menyebutkan Israel dan negara Arab sangat mendukung empat milisi Palestina di dalam Jalur Gaza,  untuk mengeliminasi militan Hamas, dengan membiayai pembelian berbagai peralatan tempur, termasuk logistik.

Pemimpin salah satu kelompok milisi, Hossam al-Astal, mengatakan milisi-milisi tersebut berkoordinasi dalam ‘Proyek Gaza Baru’ untuk membinasakan militan Hamas dari kekuasaan di Jalur Gaza.

Dia mengklaim pemimpin kelompok milisi lain, Yasser Abu Shabab dan Ashraf al-Mansi, juga telah bergabung dalam proyek tersebut.

Rekaman yang ditinjau media Sky News menunjukkan milisi telah memperoleh bantuan sejumlah kendaraan dengan tanda bahasa Ibrani yang telah dihapus.

Astal mengakui kelompoknya menerima dukungan logistik dan amunisi dari luar Gaza dan telah membeli senjata militan Hamas di pasar gelap.

Seorang pejuang senior di milisi Abu Shabab juga mengatakan Israel telah memfasilitasi penyelundupan senjata, uang tunai, dan kendaraan bagi mereka.

Milisi-milisi tersebut dilaporkan berkoordinasi pergerakannya dengan pasukan Israel di pintu pos perbatasan di Kerem Shalom, untuk memasukkan pasokan.

Sejumlah negara barat juga dikatakan memberikan dukungan material secara tidak langsung kepada para milisi di Jalur Gaza tersebut.(P-Jeffry W)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini