PRIORITAS, 20/9/25 (Yerusalem): Fiji akhirnya resmi menjadi negara ketujuh yang membuka Kedutaan Besar (Kedubes) di Yerusalem.
Peresmian dilakukan Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka dan turut dihadiri Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Demikian seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com, hari Sabtu (20/9/25).
Kedubes tersebut menjadi misi tetap pertama negara kepulauan itu di Israel.
“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih atas ikatan istimewa dan persahabatan serta hubungan abadi yang telah terjalin antara Fiji dan Negara Israel,” ujar Rabuka.
Upacara itu digelar di Kementerian Luar Negeri Israel dan juga dihadiri Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar.
Saar menyambut baik langkah Fiji, menyebutnya sebagai “keputusan yang berani, bermoral, dan bersejarah”.
Fiji bergabung dengan sekelompok negara lain yang telah lebih dulu membuka kedutaan besarnya di Yerusalem.
Sebelumnya Amerika Serikat adalah yang pertama membuka Kedubes di Yerusalem.
Kemudian diikuti Guatemala, Honduras, Kosovo, Paraguay, dan Papua Nugini, sementara Argentina telah berjanji akan mengikuti jejak mereka pada tahun 2026.
Sebagian besar negara memiliki kantor pusat diplomatik di Tel Aviv karena status Yerusalem yang disengketakan, salah satu masalah paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.
Israel telah menduduki Yerusalem timur sejak 1967, kemudian mencaploknya dalam tindakan yang tidak diakui masyarakat internasional.
Pemerintah Israel mengklaim kota Yerusalem sebagai ibu kotanya abadi dan tidak terbagi.
Sementara Otoritas Palestina menginginkan Yerusalem timur, termasuk Kota Tua, sebagai ibu kota negara masa depannya.
Pada tahun 2017, Presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang memicu kemarahan Palestina dan ketidaksetujuan masyarakat internasional.
Pada tanggal 14 Mei 2018, Amerika Serikat langsung memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.
Dua hari kemudian, Guatemala mengumumkan akan melakukan hal yang sama dan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.
Papua Nugini adalah satu-satunya negara Asia-Pasifik lainnya, sebelum Fiji yang membuka kedutaan besar di Yerusalem, pada bulan September 2023 namun baru diresmikan September tahun 2025 ini.(P-Jeffry W)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














