PRIORITAS, 30/10/25 (Tel Aviv): Militer Israel kembali melakukan serangan terbaru ke sarang militan Hamas di Jalur Gaza utara. Serangan di tengah suasana gencatan senjata itu, menewaskan 104 orang.
Serangan pengeboman udara tersebut atas perintah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, gara-gara militan Hamas membunuh seorang tentara Israel dan melukai lainnya, saat mereka berpatroli di Jalur Gaza.
“Dalam 24 jam kami juga telah berhasil membunuh 25 teroris Hamas di Jalur Gaza”, demikian pernyataan militer Israel, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com, hari Kamis (30/10/25).
Seorang tentara Israel tewas di kota paling selatan, Rafah, pada 28 Oktober 2025.
Israel mengklaim penembak jitu militan Hamas menembak tentara tersebut, sehingga melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Militer Israel menyebutkan serangan balasan terhadap militan Hamas itu, menyasar wilayah Beit Lahia dan menghancurkan lokasi infrastruktur tempat militan Hamas menyembunyikan senjata dan peralatan militer.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Israel mengumumkan akan melanjutkan gencatan senjata yang berlaku hampir tiga minggu lalu.
Menurut otoritas kesehatan Jalur Gaza, serangan Israel itu menewaskan sedikitnya 104 orang, termasuk 46 anak-anak, dan melukai 253 lainnya, lapor The Cradle.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, mengatakan kepada wartawan Israel tetap berkomitmen pada gencatan senjata dan Rencana Trump.
Ia menuduh militan Hamas melanggar gencatan senjata karena tidak ingin melihat Rencana Trump dilaksanakan, karena Hamas akan dilucuti senjatanya jika rencana tersebut diterapkan.
Israel harus membalas
Presiden AS, Donald Trump, membela serangan Israel yang terjadi semalam, sambil mengklaim tidak ada yang akan membahayakan gencatan senjata.
“Mereka membunuh seorang tentara Israel. Jadi, Israel membalas. Dan mereka seharusnya membalas,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One.
Trum menilai militan Hamas hanyalah bagian kecil dari perdamaian di Timur Tengah, dan mereka harus berperilaku baik.
“Mereka bilang mereka akan baik, dan jika mereka baik, mereka akan bahagia, dan jika mereka tidak baik, mereka akan dibubarkan,” tambahnya.
Malam sebelumnya, ketika Israel membombardir warga sipil di Gaza, Wakil Presiden JD Vance mengatakan gencatan senjata masih berlaku.
“Itu bukan berarti tidak akan ada pertempuran kecil di sana-sini. Kita tahu bahwa Hamas atau pihak lain di Gaza menyerang seorang tentara IDF. Kita menduga Israel akan membalas, tetapi saya pikir perdamaian yang dijanjikan presiden akan tetap ada,” ujarnya.
Israel mengumumkan pada hari Rabu gencatan senjata telah dipulihkan setelah serangkaian serangan dahsyat.
Militer Israel mengatakan serangan tersebut menargetkan puluhan “target teroris.”
Hamas membantah
Militan Hamas membantah memiliki hubungan dengan insiden penembakan di Rafah yang menewaskan tentara Israel.
Brigade Qassam cabang militan Hamas mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pihaknya tidak memiliki hubungan dengan insiden tersebut dan telah kehilangan kontak dengan para pejuangnya di Gaza selatan sejak Maret.
Militan Hamas menegaskan komitmennya terhadap perjanjian gencatan senjata.
Sebaliknya mereka menilai pengeboman yang dilakukan Israel di wilayah Jalur Gaza merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata .
Sebelum pembunuhan tentaranya tersebut, Israel menuduh militan Hamas sengaja menunda pembebasan tawanan yang meninggal di Jalur Gaza.
Militan Hamas juga membantahnya dan menyebut Palang Merah telah mengonfirmasi untuk menemukan tawanan tersisa sangat sulit, karena banyaknya puing-puing.
Brigade Qassam Hamas mengumumkan pada Selasa malam menemukan jenazah tambahan, tetapi mengumumkan penundaan penyerahan karena serangan brutal Israel.
Awal minggu ini, militan Hamas juga sudah menyerahkan sebuah jenazah, namun menurut Israel hanyalah sisa-sisa jenazah tawanan yang sebelumnya telah ditemukan Israel dan sudah dikuburkan.(P-Jeffry W)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














