Israel luncurkan 850 serangan udara ke Kota Gaza

Terkait

PRIORITAS, 17/9/25 (Kota Gaza): Pasukan Israel sudah meluncurkan serangan udara sebanyak 850 kali ke Kota Gaza. Pengeboman dalam 12 hari terakhir itu,  sebagai pembuka serangan pasukan darat ke markas militan Hamas.

Menurut Israel Defense Forces (IDF) atau Pasukan Pertahanan Israel seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com, hari Rabu (17/9/25), serangan udara yang dilakukan sejumlah pesawat tempur F-16 itu, hingga hari kedua serangan pasukan darat ke Kota Gaza, masih tetap berlangsung.

“Angkatan Udara dan pasukan artileri menyerang lebih dari 150 target teroris di seluruh Kota Gaza dalam dua hari terakhir, untuk mendukung pasukan yang melakukan manuver di wilayah tersebut”, kata juru bicara IDF, Brigjen Effie Defrin di Kota Gaza.

Pada hari Rabu ini, operasi serangan darat pasukan Israel memperdalam manuver di wilayah Kota Gaza.

Di bawah pimpinan Komando Selatan, pasukan Divisi 98 dan 162 beroperasi di Kota Gaza dalam Operasi ‘Kereta Perang Gideon 2’.

Dalam serangan awal pasukan Israel berhasil menumpas ratusan teroris Hamas dengan menghancurkan bangunan-bangunan, tempat mereka berlindung dan digunakan sebagai pos pengintai.

Bangunan-bangunan tinggi tempat militan Hamas menjadikan pos pengintai hancur dibom jet tempur Israel.(idf)

Dua hari lalu (Senin), Pasukan Israel menyerang bengkel produksi senjata teroris Hamas di wilayah Kota Gaza.

Saat serangan, teroris sedang membuat bahan peledak, yang ditujukan untuk menyerang pasukan Israel di wilayah tersebut.

“Terlihat ledakan sekunder yang menunjukkan keberadaan bom di lokasi mereka”, ungkap Defrin.

Terjun ke medan perang

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel, Mayor Jenderal Eyal Zamir, terjun langsung ke medan perang, setelah dalam 24 jam terakhir, pasukan Divisi 98 memulai operasi darat besar-besaran ke pusat Kota Gaza.

Ia mengadakan penilaian situasi di Jalur Gaza bersama Panglima Komando Selatan, Mayor Jenderal Yaniv Asor, Komandan Divisi 98, Brigadir Jenderal Guy Levy, dan para komandan lainnya.

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel, Mayor Jenderal Eyal Zamir, memberikan arahan saat hadir di medan perang tempat Divisi 98 memulai serangan darat ke Kota Gaza.(idf)

Ia memberikan dukungan semangat kepada para pasukan Israel, dengan menyebut perang di Kota Gaza ini adalah serangan penting dan penentuan, untuk memulangkan semua sandera Israel yang masih dtawan militan Hamas.

“Di pundak Anda terletak misi untuk memperdalam kerusakan pada Hamas dan mengalahkan Brigade Kota Gaza, guna melaksanakan misi yang paling penting dan etis – memulangkan semua sandera dan melumpuhkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas”, kata Zamir.

Ia juga memberikan penekanan kepada pasukan dalam pertempuran, mengambil pelajaran, dan menekankan pentingnya prinsip pengamanan pasukan.

Terutama, ia meminta pengendalian pada kecepatan manuver dan tembakan, terpadu dan sistematis dalam melaksanakan tugas.

“Kami melancarkan serangan hebat ke benteng Hamas di Kota Gaza, menjelang tahun baru dan di belakang kami adalah bangsa Israel dan penduduk daerah sekitar yang kembali ke rumah mereka”, ujarnya.

Jebakan ranjau

Selain serangan dari udara, pasukan Israel juga  mengerahkan tembakan dari kapal laut, untuk menghancurkan ratusan infrastruktur teror militan Hamas.

Tembakan itu menyasar bangunan militer militan Hamas, pos pengamatan, dan bangunan yang dipasangi ranjau untuk melukai pasukan Israel ketika beroperasi di area tersebut.

“Angkatan Udara Israel menargetkan perangkap peledak Hamas yang tersembunyi di reruntuhan, lantai dan dinding gedung tinggi, sambil menyempurnakan taktik baru”, kata jubir militer Israel.

Saat ini tank-tank Israel sudah maju dan mengepung pusat Kota Gaza. Tank-tank Merkava melintasi jalan tinggi yang padat dan rusak.

Tank pasukan Israel memasuki Kota Gaza.(idf)

Ada situasi sejumlah tank tersebut hampir menabrak jebakan peledak besar di persimpangan jalan. Namun helikopter Apache yang ikut mengawal serangan langsung turun tangan menembak ranjau tersebut hingga meledak.

“Kami segera mengebom area tersebut untuk memastikan tidak ada teroris yang berani mendekati atau menyerang tank-tank tersebut”, kata kepala Unit Pertahanan Perbatasan Angkatan Udara Israel, Brigjen G.

Rencana culik tentara

Banyak sekali ranjau tersembunyi yang sengaja disamarkan militan Hamas agar tidak terdeteksi, seperti memanfaatkan kembali peti-peti amunisi kosong yang ditinggalkan pasukan Israel.

Mereka mengisinya dengan semen dan bahan peledak yang kuat, seringkali ditenagai panel surya, sehingga tampaknya tidak berbahaya.

Intelijen Israel mendeteksi militan Hamas juga memanfaatkan amunisi yang ditembakkan militer Israel tapi tidak meledak, termasuk peluru mortir 107mm dan bom angkatan udara yang macet.

Untuk meledakkan ranjau-ranjau itu, militan Hamas telah beradaptasi menggunakan kamera tersembunyi,  untuk kontrol jarak jauh.

Kini militan Hamas berfokus pada jebakan peledak, karena menipisnya persediaan rudal anti-tank dan amunisi penembak jitu.

Militer Israel sudah memperingatkan kepada seluruh pasukan untuk waspada, karena militan Hamas berencana menculik seorang tentara di awal operasi, untuk meningkatkan moral sekitar 2.500 anggotanya yang tersisa di kota itu.

Tentara Israel saat serangan darat ke Kota Gaza, Selasa 16 September 2025.(idf)

Diperkirakan ribuan militan Hamas lainnya telah melarikan diri ke selatan ke kamp-kamp pengungsi di Al-Mawasi.

Hanya sedikit perlawanan

Operasi serangan darat kali ini hanya mengalami sedikit perlawanan awal dari militan Hamas, karena pasukan Israel masuk tiba-tiba ke Kota Gaza bagian barat.

Berbeda dengan operasi pertama, di mana banyak tentara ragu-ragu untuk turun dari kendaraan lapis baja. Kali ini infanteri bergerak menyusup dengan berjalan kaki sejak awal.

Hamas diperkirakan akan menunggu di terowongan besar mereka, sebelum melancarkan serangan gerilya.

Angkatan Udara Israel juga menggunakan taktik serangan dengan amunisi kecil, untuk menciptakan ledakan keras dengan kerusakan minimal,  guna menakuti warga sipil agar segera mengungsi.

Hingga kini masih sekitar 500.000 warga sipil masih berada di Kota Gaza. Banyak di antara mereka yang akan pindah ke Deir al-Balah, mereka juga membawa bendera putih sebagai tanda.

Ketika pasukan darat dari brigade lain melancarkan serangan ke jantung Kota Gaza, pasukan cadangan mengamankan Khan Younis, Koridor Philadelphi Rafah dan posisi pertahanan, untuk mencegah gerakan militan Hamas lain.

“IDF adalah tentara rakyat, itulah sumber kekuatannya. Sekarang, kami memperdalam pencapaian yang akan memungkinkan mendekatkan akhir perang. Mengembalikan sandera kami adalah tujuan perang dan kewajiban nasional serta moral”, kata jenderal Zamir.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini