PRIORITAS, 11/11/2025 (Batam): Kinerja pengawasan Bea Cukai Batam di bawah kepemimpinan Kepala Kantor Zaky Firmansyah mencatat lompatan besar sepanjang 2025. Berdasarkan Dashboard SBP 2025, total penindakan mencapai 1.832 kasus, naik lebih dari 200 persen dibanding 2024 yang mencatat 565 kasus. Angka ini menjadi rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Zaky Firmansyah dalam keterangannya diterima Selasa (11/11/25) menyebut, lonjakan tersebut merupakan hasil intensifikasi pengawasan di seluruh lini serta sinergi antarbidang. “Kami berkomitmen menekan peredaran barang ilegal di Batam dengan strategi pengawasan terpadu dan berbasis intelijen,” ujarnya.
Bidang Operasi Cukai menjadi penyumbang terbesar dengan 549 kasus, mayoritas terkait rokok ilegal.
Di sektor Penumpang, terdapat 402 kasus, meningkat dua kali lipat, dengan komoditas dominan seperti ballpress, rokok, uang tunai lintas batas, hingga barang elektronik dari penumpang Singapura dan Malaysia.
Sementara itu, Patroli Laut (PATLA) mencatat 394 kasus, didominasi penyelundupan hasil laut dan barang tanpa dokumen di perairan Tanjung Riau.
“Wilayah laut Batam adalah jalur strategis sekaligus rawan, sehingga kami memperkuat patroli gabungan,” kata Zaky.
Bidang Pelabuhan mencatat 390 kasus, terutama dari aktivitas impor umum di Batu Ampar dan Sewu, dengan lonjakan pada Oktober 2025.
Di bidang Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP), tercatat 56 kasus, didominasi methamphetamine yang dibawa melalui Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Batam Centre. Sebanyak 53 persen kasus berasal dari dalam Batam.
Rekor tmpat tahun dimaksud, yakni 2022: 591 kasus, 2023: 846 kasus (naik 43%), 2024: 944 kasus (naik 12%), 2025: 1.832 kasus (naik 94%).
Kenaikan besar ini dikaitkan dengan program Customs Enforcement Intensification yang fokus pada empat area: operasi cukai ilegal, pengawasan pelabuhan dan perairan, pengawasan penumpang internasional, serta penindakan narkotika.
“Lonjakan kasus bukan berarti pelanggaran meningkat, tetapi menunjukkan efektivitas pengawasan. Semakin banyak pelanggaran yang berhasil dicegah dan ditindak,” tegas Zaky. (P-Jeff K)














