PRIORITAS, 6/9/2025 (Natuna): Lembaga Pengelolaan Sumberdaya Pesisir (LPSDP) Natuna bersama pelajar dan komunitas lokal berhasil menyelamatkan ratusan telur penyu dari Pulau Senoa, pulau terluar Indonesia.
Sebanyak 119 telur dipindahkan ke lokasi aman untuk ditetaskan, dan 17 ekor tukik yang menetas langsung dilepas ke laut di Pantai Pian, Kecamatan Bunguran Timur, Jumat (5/9/25).
Perwakilan LPSDP Natuna, Cherman, mengatakan langkah ini dilakukan untuk mencegah pencurian dan praktik ilegal konsumsi maupun perdagangan telur penyu.
Ia menegaskan penyu merupakan satwa dilindungi sesuai UU No. 5 Tahun 1990, dengan ancaman pidana hingga 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta bagi pelanggarnya.
“Kegiatan ini sekaligus mengedukasi generasi muda tentang pentingnya penyu bagi ekosistem laut. Jika punah, dampaknya sangat buruk bagi keseimbangan laut,” ujarnya.
Cherman menambahkan, LPSDP Natuna bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) rutin melakukan konservasi penyu setiap tahun dengan melibatkan komunitas lokal.
Ia juga mendorong adanya peraturan daerah khusus yang melarang peredaran telur penyu agar kelestarian satwa ini lebih terjamin. (P-Jeff K)














