Korsel kirim pesawat bawa pulang ratusan pekerja yang ditahan di AS

Terkait

PRIORITAS, 10/9/25 (Georgia): Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengirim sebuah pesawat carteran dari Seoul menuju Amerika Serikat, untuk memulangkan ratusan pekerjanya yang ditahan dalam penggerebekan imigrasi.

“Sebuah pesawat Boeing 747-8I Korean Air, yang menampung lebih dari 350 penumpang, berangkat dari Seoul pada hari Rabu”, kata seorang perwakilan perusahaan kepada AFP, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari media Asharq al-Awsat, hari Rabu (10/9/25).

Pesawat carteran itu berangkat sekitar pukul 10.20 pagi menuju AS, kata juru bicara tersebut.

Agen federal Amerika Serikat menahan hampir 475 pekerja ilegal di pabrik baterai Hyundai di Georgia, sebagian besar dari mereka warga Korea Selatan, pada hari Sabtu lalu.

Para pekerja Korsel itu, kini yang masih ditahan di pusat penahanan di Folkston, Georgia.

Pejabat federal AS mengatakan ratusan pekerja yang mereka tangkap memang telah melanggar berbagai undang-undang imigrasi dan ketenagakerjaan.

Beberapa di antaranya melintasi perbatasan AS secara ilegal dan yang lainnya bepergian dengan visa turis yang jelas melarang mereka bekerja.

Operasi tersebut merupakan penggerebekan satu lokasi terbesar, yang dilakukan di bawah tindakan keras imigrasi Presiden AS Donald Trump, menurut seorang agen investigasi.

Petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) menangkap ratusan pekerja ilegal di pabrik baterai kendaraan listrik Hyundai-LG di Ellabell, Georgia, 4 September 2025.(afp.asharqalawsat)

Ada kesepakatan

Media lokal menyiarkan rekaman yang menunjukkan apa yang mereka gambarkan sebagai pesawat sewaan yang lepas landas dari Bandara Internasional Incheon.

Mengutip sumber diplomatik, kantor berita Yonhap melaporkan pesawat itu akan meninggalkan Amerika Serikat bersama para pekerja pada pukul 3:30 pagi hari Kamis (1830 GMT Rabu).

Menteri Luar Negeri Korsel, Cho Hyun, yang menuju Washington pada hari Senin untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut, menyebut penahanan massal warga Korea Selatan sebagai “situasi yang gawat”. Ia berjanji untuk menjamin kepulangan segera para pekerja dalam keadaan sehat.

Sebelum berangkat, Cho mengatakan kepada anggota parlemen Korea Selatan, ada kesepakatan sementara telah dicapai dengan otoritas AS,  untuk memastikan para pekerja yang ditahan  tidak akan menghadapi hukuman, seperti larangan masuk kembali selama lima tahun.

“Saya dapat memberi tahu Anda bahwa negosiasi berjalan dengan baik,” katanya.

Selain menjadi sekutu keamanan utama AS, Korea Selatan merupakan ekonomi terbesar keempat di Asia dan produsen mobil serta elektronik utama, dan perusahaannya memiliki banyak pabrik di Amerika Serikat.

Seoul juga telah mengindahkan seruan berulang Washington selama negosiasi tarif untuk investasi global di Amerika Serikat.

Lokasi penggerebekan adalah usaha patungan senilai $4,3 miliar antara dua perusahaan Korea Selatan –- Hyundai dan LG Energy Solution –- untuk membangun fasilitas manufaktur sel baterai di Georgia.

Para ahli mengatakan sebagian besar pekerja Korea Selatan yang ditahan, kemungkinan besar memegang visa yang tidak memperbolehkan pekerjaan konstruksi langsung.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini