Praktik kumpul kebo dibiarkan
Raffles sendiri diketahui membiarkan praktik ini. Dalam masa kekuasaannya di Jawa (1811-1816), kumpul kebo jadi kebiasaan yang dianggap lumrah.
Praktik tersebut bahkan lebih jauh dipraktikkan Alexander Hare, kawan dekat Raffles. Dalam buku Raffles and the British Invasion of Java (2012), Tim Hannigan mencatat Hare menggunakan jabatan untuk mengeksploitasi perempuan dari berbagai wilayah sebagai “teman hidup.”
Fenomena itu bukan hanya milik elite. Pegawai, prajurit, hingga pedagang Eropa juga kerap memilih tinggal bersama perempuan lokal tanpa menikah resmi.
Masyarakat kala itu menyebutnya “kumpul Gerbouw.” Istilah ini berasal dari bahasa Belanda Gerbouw yang berarti bangunan atau rumah. Sebutan itu dipakai sebagai sindiran bagi mereka yang berbagi atap tanpa ikatan sah.
Dengan jejak panjang sejak masa kolonial, istilah kumpul kebo terus melekat dalam bahasa rakyat Indonesia hingga kini sebagai simbol hidup bersama tanpa ikatan nikah. (P-Khalied M)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














