Strategi APBN tak lewati 3 persen
Purbaya menekankan, pemerintah menjaga disiplin fiskal agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak melewati 3 persen.
“Dalam waktu dekat tidak akan berubah. Tidak akan saya ubah itu, akan saya jaga terus baik tahun ini maupun tahun depan,” ucapnya.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap rasio utang dan pendapatan negara baru dilakukan ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus 8 persen.
“Kalau tumbuh 7%, misalnya, kami pertimbangkan. Perlu enggak kita kurangi pajak, atau perlu enggak kita kurangi atau tambah utang untuk tembus 8%? Namun kan hitungannya jelas di atas kertas. Kalau sudah 7% saya naikkan sedikit, orang juga senang,” katanya.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, melaporkan total utang Indonesia per Juni 2025 mencapai Rp9.138,05 triliun. Dari jumlah itu, Rp1.157 triliun berasal dari pinjaman dan Rp7.980,87 triliun dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).
Suminto menjelaskan pemerintah mulai tahun ini menyajikan data utang secara triwulanan untuk meningkatkan kredibilitas dan kesesuaian dengan publikasi PDB nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS). (P-Khalied M)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














