Tanda menopause pria muncul perlahan
Gejala menopause pria kerap disalahartikan sebagai efek penuaan biasa. Prakash menjelaskan, kondisi ini dapat memicu kelelahan kronis, perubahan suasana hati, gangguan tidur, hingga penurunan gairah seksual dan disfungsi ereksi.
“Perubahan ini biasanya terjadi secara bertahap antara usia 40 hingga 60 tahun, dan sering disalahartikan sebagai tanda penuaan biasa atau stres pekerjaan,” kata Prakash.
Selain itu, pria juga bisa mengalami peningkatan lemak tubuh di area perut, kehilangan massa otot, serta keringat berlebih seperti gejala hot flashes pada wanita.
Kesadaran tentang menopause pria masih rendah karena banyak yang mengira gejalanya hanya kelelahan atau stres kerja. Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan darah untuk melihat kadar testosteron dan faktor lain yang berpengaruh.
Untuk menanganinya, dokter menyarankan perubahan gaya hidup lebih sehat. Menjaga berat badan ideal, berolahraga rutin, mengatur stres, dan menghindari alkohol dapat membantu menstabilkan hormon.
Prakash juga menyebut terapi penggantian testosteron atau Testosterone Replacement Therapy (TRT) bisa menjadi pilihan dengan pengawasan dokter. TRT tersedia dalam bentuk suntikan, gel, atau implan. Namun, terapi ini tidak disarankan bagi pria dengan kanker prostat, gagal jantung berat, atau yang masih ingin memiliki anak.
Menurut Prakash, pria memang tidak mengalami menopause seperti wanita, tapi mereka tetap menghadapi penurunan hormon bertahap yang bisa memengaruhi kualitas hidup.
“Menurut pengalaman saya sebagai dokter, kurangnya kesadaran adalah penghalang terbesar. Sama seperti bagaimana masyarakat mendorong wanita memahami menopause, pria juga perlu mengenali dan mengatasi andropause tanpa stigma,” katanya.
Ia menambahkan, pemeriksaan hormon rutin setelah usia 40 tahun penting dilakukan untuk membantu pria menjalani masa penuaan dengan percaya diri, penuh energi, dan tetap aktif secara seksual.
Penurunan hormon memang tak bisa dihindari, tetapi memahami menopause pria dapat membantu menjaga keseimbangan fisik dan emosional agar tetap sehat dan produktif di usia lanjut. (P-Khalied M)














