PRIORITAS, 25/9/25 (Jakarta): Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dua Tahunan perdana mengenai Ekonomi Global yang Berkelanjutan, Inklusif, dan Tangguh, dengan agenda utama membahas reformasi sistem keuangan internasional guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
KTT itu, yang awalnya diinisiasi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres melalui laporan Our Common Agenda tahun 2021, berlangsung pada Rabu (24/9) di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat, bertepatan dengan Pekan Tingkat Tinggi sidang ke-80 Majelis Umum PBB.
Dengan kekurangan dana sebesar lebih dari 4 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp16.680) dalam pendanaan SDG yang masih belum terpenuhi, “KTT ini menawarkan rekomendasi yang jelas tentang reformasi keuangan internasional, termasuk memberikan suara yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam lembaga keuangan internasional,” kata Presiden Majelis Umum PBB Annalena Baerbock pada KTT tersebut.
“Kenyataannya adalah, tanpa reformasi mendalam pada lembaga keuangan, dan kecuali jika kita mengatasi perangkap utang yang kejam ini, kita tidak akan pernah mencapai SDG,” ucap Baerbock.
Hadirkan keselarasan
Keterhubungan sistematis
“Sistem perdagangan membutuhkan reformasi mendalam,” kata Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala. “Kita harus memanfaatkan sumber-sumber daya yang terbatas secara lebih efektif,” imbuhnya.
“Suara Afrika terlalu kecil pengaruhnya dalam membentuk tata kelola ekonomi global. Saat ini, KTT ini menyediakan platform inklusif di mana TakTikInfo.com dan kebutuhan negara-negara Afrika dapat didengar dan diwujudkan menjadi aksi global,” ucap Ketua Komisi Uni Afrika Ali Youssouf. “Kebutuhan pendanaan untuk Afrika sangat besar.” (P-*r/Zamir Ambia)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com