PRIORITAS, 25/9/25 (Jakarta): Bantuan sosial (Bansos) senilai Rp6,5 triliun dalam bentuk beras dan minyak goreng bagi 18,3 juta penerima manfaat pada Oktober dan November 2025 telah disiapkan pemerintah. Demikian informasi yang diterima BeritaTakTikInfo.com.com, Kamis 25/9/25).
Menurut Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi anggaran itu dialokasikan untuk penyaluran beras sebanyak 10 kilogram (kg) dan minyak goreng MinyaKita 2 liter per bulan per penerima bantuan. Penyaluran direncanakan dilakukan sekali salur sekaligus.
“Jadi sudah diputuskan bantuan pangan minyak goreng 2 liter dikali dua bulan, berarti totalnya 4 liter. Penyalurannya kita ingin satu kali saja. Total anggarannya sekitar Rp6,5 triliun,” kata Arief di Jakarta sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.
Rinciannya adalah Rp1,1 triliun dialokasikan untuk bantuan minyak goreng, sedangkan Rp5,3 triliun untuk beras.
“Rp6,5 triliun itu untuk bantuan pangan dalam bentuk beras plus minyak goreng. Kalau bantuan pangan minyak goreng sekitar Rp1,1 triliun. Lalu sekitar Rp5,3 triliun untuk bantuan pangan beras. Jadi totalnya Rp6,5 triliun,” ujar Arief.
Alokasi Oktober
Sementara untuk alokasi Oktober dan November, bantuan beras akan didistribusikan sebanyak 365,5 ribu ton. Sementara itu, minyak goreng yang disalurkan mencapai 73,1 ribu kiloliter, ditujukan bagi 18,27 juta penerima bantuan pangan di seluruh Indonesia.
Dikatakan Arief, langkah penambahan minyak goreng dalam paket bantuan diharapkan meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang memengaruhi tingkat kemiskinan pada Maret 2025, seiring kenaikan harga pada Februari 2025 dibandingkan Maret 2024.
Pihak BPS juga mencatat beras sebagai komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun perdesaan. Pada Maret 2025, beras menyumbang 21,06 persen terhadap garis kemiskinan di perkotaan dan 24,92 persen di perdesaan.
Ditambahkan Arief pihaknya segera mengajukan usulan anggaran ke Kementerian Keuangan agar program bisa berjalan sesuai jadwal.
“Memang anggaran belum ada di Badan Pangan. Nah berdasarkan rapat hari ini (22/9), Badan Pangan Nasional mengajukan ke Kemenkeu. Targetnya Oktober kita mulai laksanakan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan tambahan minyak goreng MinyaKita untuk program bantuan pangan Oktober dan November. Menurutnya, anggaran sudah dipersiapkan Kemenkeu. (P-*r/AM)














