PRIORITAS, 7/5/25 (New Delhi): Pemerintah India menuding Pakistan sejak tiga puluh tahun lalu melindungi dan memelihara kelompok teroris, yang bermarkas di wilayahnya. Sejumlah kelompok teroris Pakistan, selalu melakukan serangan lintas batas ke India.
Terakhir kelompok teroris Lashkar-e-Taiba (LeT) menyerang kawasan wisata di Baisaran Pahalgam Kashmir dengan membunuh 26 wisatawan.
Para teroris yang dimotori seorang mantan pasukan khusus militer Pakistan tersebut, kemudian melarikan diri kembali ke markas mereka di pedalaman Pakistan.
Itulah sebabnya Angkatan Bersenjata India pada Rabu pagi meluncurkan ‘Operasi Sindoor’, menyerang sembilan kamp teroris di Pakistan dan Jammu dan Kashmir yang diduduki Pakistan.
Tindakan pembalasan India tersebut, menandai salah satu serangan militer India yang paling menentukan dan luas jangkauannya, terhadap infrastruktur teror lintas-perbatasan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut media India, Wionnews, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com, hari Rabu (7/5/25), di antara sembilan target yang diidentifikasi adalah instalasi utama Jaish-e-Mohammed (JeM) dan Lashkar-e-Taiba (LeT).
Dua kelompok teroris yang berbasis di Pakistan ini, berada di balik beberapa serangan paling mematikan di tanah India selama tiga dekade terakhir.
Teroris global
Salah satu target utama serangan India adalah Bahawalpur, kota besar di provinsi Punjab, Pakistan, dan pusat operasional dan ideologi JeM.
Terletak sekitar 400 km dari Lahore, Bahawalpur merupakan lokasi kompleks Jamia Masjid Subhan Allah yang terkenal, juga dikenal sebagai kampus Usman-o-Ali.
Dari tempat ini para pemimpin JeM dilaporkan mengarahkan kegiatan penggalangan dana, perekrutan, dan indoktrinasi radikal.
Menurut beberapa laporan media, salah satu target rudal adalah madrasah terkait dengan Maulana Masood Azhar, pendiri JeM,  yang telah dikategorikan Perserikatan Bangsa Bangsa sebagai teroris global.
Meskipun laporan awal mengonfirmasi kerusakan besar di kompleks itu, belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah Azhar hadir atau terbunuh dalam serangan itu.
Maulana Masood Azhar, lahir tahun 1968 di Bahawalpur, telah lama menjadi salah satu teroris paling dicari di India.
Sebelum mendirikan JeM, Azhar adalah anggota aktif dan ulama Harkat-ul-Mujahideen ( HuM ), kelompok militan Islam yang aktif di Afghanistan dan Kashmir.
Didukung Osama bin Laden
Pada tahun 1994, Azhar ditangkap di Jammu dan Kashmir saat mencoba menjadi penengah antara faksi-faksi HuM yang bertikai dengan identitas palsu.
Ketenaran Azhar meroket pada bulan Desember 1999, ketika HuM membajak pesawat IC – 814 milik Indian Airlines, yang sedang dalam perjalanan dari Kathmandu menuju Delhi.
Para pembajak mengalihkan pesawat tersebut ke Kandahar, Afghanistan, yang saat itu berada di bawah kendali Taliban.
Setelah berhari-hari negosiasi yang menegangkan, India akhirnya membebaskan Azhar bersama Omar Sheikh dan Mushtaq Zargar dengan imbalan 190 penumpang dan awak pesawat.
Tak lama setelah dibebaskan, Azhar secara terbuka menyatakan tujuannya untuk “menghancurkan India” dan mendirikan Jaish-e-Mohammed pada tanggal 31 Januari 2000 di Karachi.
Organisasi tersebut dilaporkan didukung oleh ISI, Taliban, dan bahkan Osama bin Laden, dan banyak mengambil inspirasi dari aliran Islam radikal Deobandi.
Serangan mematikan
Sejak didirikan , JeM telah bertanggung jawab atas beberapa serangan teroris paling kejam di tanah India. Serangan-serangan ini meliputi:
April 2000: Bom bunuh diri pertama di Kashmir, di Srinagar, menewaskan 4 tentara.
Oktober 2001: Sebuah bom mobil besar-besaran di luar Gedung Majelis Legislatif Jammu dan Kashmir menewaskan lebih dari 30 orang.
Desember 2001: Anggota JeM dan LeT menyerbu Parlemen India di New Delhi, menewaskan 14 orang. Serangan itu membawa India dan Pakistan ke ambang perang.
Januari 2016: Kelompok JeM menyerang pangkalan Angkatan Udara Pathankot, menewaskan tiga personel keamanan India.
September 2016: Dalam serangan Uri, 19 tentara India tewas. India menanggapinya dengan serangan bedah lintas Garis Kontrol (LoC) perbatasan.
Februari 2019: Seorang pengebom bunuh diri menewaskan 40 personel CRPF di Pulwama. India menanggapi dengan serangan udara di Balakot , yang dilaporkan menghancurkan kamp pelatihan JeM.
Masuk daftar CIA
Masood Azhar dimasukkan ke dalam daftar teroris global oleh Dewan Keamanan PBB pada 1 Mei 2019, menyusul resolusi yang didukung oleh India, Prancis, AS, dan Inggris.
Daftar tersebut muncul setelah bertahun-tahun veto Tiongkok yang menghalangi upaya sebelumnya .
Hubungan Azhar dengan kelompok-kelompok seperti Al-Qaeda dan Taliban sudah terdokumentasikan dengan baik.
Ia dilaporkan mengunjungi Afghanistan untuk meminta restu dari Osama bin Laden sebelum meluncurkan JeM.
Kelompoknya sebelumnya, Harkat-ul-Ansar (HuA), yang berkembang menjadi HuM.
Badan Intelijen Amerika Serikat, (CIA) menetapkan HuA sebagai organisasi teroris pada akhir 1990-an. CIA melaporkan HuA terlibat dalam penculikan dan pembunuhan warga Barat, dan melayani kepentingan proksi Pakistan di Kashmir.
Siapa Hafiz Saeed?
Kelompok teroris LeT dipimpin Hafiz Saeed, dalang beberapa serangan di masa lalu terhadap India. Kampus LeT berada Muridke Pakistan.
Markas mereka tersebar di lahan seluas hampir 200 hektar dan mencakup fasilitas pelatihan teror dan infrastruktur lainnya. Kampus ini juga menampung Jamaat – ud -Dawa, organisasi garis depan LeT .
Sebagai pemimpin keseluruhan, Saeed memainkan peran kunci dalam kegiatan operasional dan penggalangan dana LeT . Ia adalah Amir atau pemimpin Jamaat- ud -Dawa
Pada tahun 2005, Saeed menentukan ke mana lulusan kamp LeT di Pakistan harus dikirim untuk berperang, dan secara pribadi mengatur infiltrasi militan LeT ke Irak selama perjalanan ke Arab Saudi.
Pada tahun 2006, Saeed dilaporkan mengawasi pengelolaan kamp teroris, termasuk pendanaan kamp tersebut.
Saeed juga mengatur agar seorang agen LeT dikirim ke Eropa sebagai koordinator penggalangan dana LeT di Eropa.
Ia mendirikan kantor LeT di Quetta, Pakistan pada bulan Juni 2006 untuk membantu Taliban dalam menjalankan operasi mereka di Afghanistan.(P-Jeffry W)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














