PRIORITAS, 10/9/25 (Jakarta): Pasar keuangan domestik kompak ambruk. IHSG merosot tajam mencapai 1,78 persen di level 7.628,60, dipicu tekanan di sebagian besar sektor saham serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Investor asing ramai kabur usai penggantian Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, memunculkan kekhawatiran kebijakan belanja populis bisa menggoyang disiplin fiskal serta kredibilitas ekonomi.
Rupiah merosot lebih dari satu persen, hingga di kisaran 16.488–16.495 per dolar AS. Bank Indonesia langsung turun tangan intervensi pasar untuk meredam tekanan.
Bersifat sementara
Kalangan analis menyebut gejolak ini mungkin bersifat sementara. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelemahan IHSG serta rupiah hanya efek jangka pendek akibat reshuffle kabinet serta sentimen pasar.
Para investor menanti sinyal kejelasan arah kebijakan fiskal dari pemerintah baru. Banyak yang khawatir defisit bisa melebar bila belanja populis berjalan tanpa pengetatan fiskal.
Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia tercatat masih cukup besar, di angka sekitar USD 150 miliar, memberi BI ruang manuver dalam stabilisasi pasar.
Purbaya optimis IHSG bisa pulih dan menargetkan pada akhirnya mencapai level 36.000 pada 2035 dalam kerangka pertumbuhan jangka panjang. (P-*r/Zamir Ambia)














