PRIORITAS, 21/9/25 (Jakarta): Sejumlah bandara besar di Eropa seperti Brussels, Berlin dan Heathrow London, terkena serangan siber. Serangan ini mengakibatkan sistem check-in kacau pada Sabtu (20/9/25) hingga puluhan penerbangan batal dan ditunda serta ribuan penumpang terlantar.
Bahkan bandara Dublin dan Cork di Irlandia juga terdampak, ungkap pihak bandara Dublin di X. Mereka menambahkan bahwa bandara tersebut mengalami “dampak kecil” dari “masalah perangkat lunak di seluruh Eropa”.
Selanjutnya AFP memberitakan menurut pengawas penerbangan Eurocontrol, bandara-bandara tersebut “melaporkan gangguan pada sistem TI terkait penanganan penumpang.
Penerbangan dibatalkan
Dari catatan, setidaknya 10 penerbangan dibatalkan dari Bandara Brussels dan 17 penerbangan lainnya tertunda lebih dari satu jam setelah sistem terkena “serangan siber” Jumat malam.
“Kami telah mengetahui adanya gangguan terkait siber pada perangkat lunak MUSE kami di bandara-bandara tertentu,” ujar penyedia layanan bandara Collins Aerospace kepada AFP seperti dilansir dari CNN Indonesia.
“Dampaknya terbatas pada check-in pelanggan secara elektronik dan penyerahan bagasi,” lanjut Collins Aerospace, yang menyatakan telah beroperasi di 170 bandara di seluruh dunia.
Sementara pihak Bandara Brussels mengatakan serangan itu masih berdampak besar pada jadwal penerbangan pada Sabtu.
Pihak maskapai penerbangan telah diminta membatalkan separuh penerbangan mereka ke dan dari Brussels antara pukul 04.00 GMT pada Sabtu dan 02.00 GMT pada Senin karena serangan itu.
Antrean panjang
Sementara reporter AFPTV merekam antrean panjang di Brussels sementara para penumpang cemas memantau papan pengumuman yang menunjukkan banyaknya penundaan penerbangan.
Demikian juga Bandara Heathrow London, bandara tersibuk di Eropa, mengatakan sistem check-in dan boarding-nya, yang juga disediakan oleh Collins Aerospace, mengalami “masalah teknis” yang “dapat menyebabkan penundaan bagi penumpang yang akan berangkat.
Sedangkan situs web Bandara Berlin menyatakan bahwa “karena masalah teknis pada penyedia sistem yang beroperasi di seluruh Eropa, waktu tunggu check-in menjadi lebih lama.
Sementara Collins Aerospace menyatakan pihaknya sedang aktif berupaya menyelesaikan masalah ini dan memulihkan fungsionalitas penuh bagi pelanggan kami secepat mungkin.
Adapun serangan siber dan gangguan teknologi telah mengganggu bandara di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir, dari Jepang hingga Jerman, karena perjalanan udara semakin bergantung pada sistem daring yang saling terhubung.
Menurut pakar penerbangan Anita Mendiratta, yang juga merupakan penasihat khusus sekretaris jenderal pariwisata PBB, bakal sulit mengetahui siapa dalang serangan tersebut.
Namun ia menekankan itu adalah “gangguan yang disebabkan oleh perangkat lunak, bukan bandara tertentu” dan penting untuk mencoba menahan penularan. (P-*r/am)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














