Skandal kripto miliaran poundsterling terbongkar di Inggris

Terkait

Qian Zhimin menikmati gaya hidup mewah penuh perjalanan dan belanja sebelum polisi Inggris menemukan simpanan kriptonya (FOTO/BBC).

PRIORITAS, 12/11/25 (Inggris): Seorang perempuan asal Tiongkok, Qian Zhimin, dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun 8 bulan di Inggris atas kasus pencucian uang berskala besar yang melibatkan dana ribuan pensiunan di negaranya.

Ia diduga membeli aset kripto senilai miliaran poundsterling dari uang hasil penipuan investasi yang dijalankan melalui perusahaannya, Lantian Gerui, yang mengaku menambang Bitcoin dan mengembangkan produk kesehatan berbasis teknologi tinggi. Setelah melarikan diri ke Inggris dengan paspor palsu pada 2017, Qian menetap di rumah mewah di kawasan Hampstead, London Utara, dengan biaya sewa mencapai £17.000 per bulan.

Setahun kemudian, Kepolisian Metropolitan menggerebek rumahnya dan menemukan ribuan Bitcoin, menjadikannya salah satu penyitaan aset kripto terbesar dalam sejarah Inggris. Melalui skema investasinya, Qian menipu lebih dari 100.000 orang, sebagian besar kalangan lanjut usia, dengan janji keuntungan hingga ratusan persen.

Ia memanfaatkan pendekatan emosional lewat puisi, acara sosial, serta kampanye nasionalisme yang menyentuh hati banyak warga senior. Para korban mengaku awalnya menerima imbal hasil kecil setiap hari yang membuat mereka semakin percaya dan berani berinvestasi lebih besar, hingga akhirnya kehilangan seluruh tabungan mereka. Banyak di antara mereka mengalami kehancuran keluarga, depresi, bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti di lansir dari BBC.

Nilai aset kripto yang dibawa Qian ke Inggris meningkat lebih dari 20 kali lipat sejak kedatangannya, menimbulkan perdebatan soal siapa yang berhak atas hasil sitaan tersebut. Pemerintah Inggris akan menggelar kasus perdata tahun depan untuk menentukan status aset itu, sementara ribuan korban tengah menyiapkan klaim agar dapat memulihkan sebagian kerugian.

Meski begitu, prosesnya diperkirakan rumit karena sebagian besar dana dikirim melalui perantara, bukan langsung ke rekening perusahaan. Kasus ini menjadi salah satu skandal investasi lintas negara terbesar yang melibatkan aset digital dalam satu dekade terakhir. (P-Gio R)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini