PRIORITAS, 28/3/25 (Tokyo): Ketegangan dilaporkan terus memuncak di kawasan Asia Selatan, khususnya antara China dan Taiwan. Terkait itu, Jepang, pada Kamis (27/3/25) kemarin, meluncurkan rencana untuk evakuasi warga dari pulau-pulau di sekitar Taiwan. Diketahui ada sekitar 120.000 warga Jepang dan wisatawan dari pulau-pulau selatan yang berbatasan dekat dengan Taiwan. Demikian informasi yang diterima BeritaTakTikInfo.com.com, Jumat (28/3/25)
Dilaporkan, evakuasi warga Jepang ini dilakukan jika terjadi situasi darurat.
Disebutkan pula, rencana evakuasi warga Jepang di dekat Taiwan ini disusun sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan pada kawasan tersebut.
“Situasi keamanan di sekitar negara kita semakin memburuk,” ungkap kantor manajemen krisis pemerintah Jepang.
Evakuasi besar-besaran
Kendati tidak disebutkan secara spesifik keadaan darurat yang dimaksud, rencana tersebut memperkirakan evakuasi warga Jepang secara besar-besaran dari lima pulau kecil negara itu yang berdekatan dengan Taiwan.
Seperti diketahui, China mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dan dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan tekanan militer, termasuk invasi udara memasuki wilayah pulau tersebut hampir setiap hari.
Selain itu, Beijing juga tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk menguasai Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Laporan tahunan Pentagon yang dirilis pada Desember 2024 menyebutkan, China semakin meningkatkan tekanan diplomatik, politik, dan militer terhadap Taiwan sepanjang 2023. Pentagon juga mencatat peningkatan jumlah pesawat tempur China yang melintasi garis tengah Selat Taiwan, menambah eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.
Sementara itu, dalam skenario evakuasi ini, Jepang akan mengerahkan kapal militer, feri swasta, dan pesawat terbang untuk memindahkan penduduk ke Pulau Kyushu, bagian barat daya kepulauan Jepang. Kapasitas transportasi yang disiapkan lebih dari dua kali lipat dari biasanya, sehingga proses evakuasi warga Jepang dapat diselesaikan dalam waktu enam hari. (P-Selvijn R)














