PRIORITAS, 6/9/25 (Jakarta): Riset Johns Hopkins University menemukan paparan polusi udara berpartikel halus PM2.5 meningkatkan risiko demensia badan lewy, salah satu bentuk alzheimer yang paling banyak terjadi.
Hasil riset menunjukkan partikel berbahaya ini memicu gumpalan protein beracun yang menyebar di otak lalu menghancurkan sel saraf.
“Temuan kami memiliki implikasi yang mendalam untuk pencegahan karena mengidentifikasi polusi udara sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk demensia badan lewy,” ujar peneliti utama, Xiaobo Mao, dikutip Beritapriortas dari The Guardian, Sabtu (6/9/25).
Tim peneliti memeriksa data medis 56,5 juta pasien Medicare di Amerika Serikat. Mereka menelusuri pasien yang dirawat antara 2000 hingga 2014 dengan kerusakan protein otak, lalu menghubungkannya dengan tingkat paparan PM2.5 di lingkungan tempat tinggal berdasarkan kode pos.
Hasil perhitungan menunjukkan paparan jangka panjang partikel halus ini memperbesar risiko demensia badan lewy. Namun, pengaruh terhadap jenis demensia lain tidak sekuat temuan tersebut.
Badan lewy sendiri terbentuk dari protein alfa-sinuklein. Normalnya protein ini penting untuk fungsi otak. Jika protein salah lipat, alfa-sinuklein dapat menumpuk, merusak sel otak, dan menyebar hingga menimbulkan gejala demensia.
Eksperimen pada tikus juga mendukung hasil itu. Partikel PM2.5 terbukti mempercepat pembentukan gumpalan alfa-sinuklein yang agresif dan beracun, dengan sifat serupa pada manusia.
Mao menekankan hasil ini sebagai peringatan agar negara serius menekan polusi udara.
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














