Korban kebakaran apartemen Hong Kong naik jadi 65 orang tewas

Terkait

PRIORITAS, 27/11/25 (Hong Kong): Korban kebakaran tujuh menara apartemen di kompleks perumahan Wang Fuk Court, distrik Tai Po, Hong Kong, sampai Kamis malam (27/11/2025) telah meningkat menjadi 65 orang tewas dan 279 penghuni masih hilang.

Dinas pemadam kebakaran Hong Kong memperkirakan jumlah korban tewas masih akan bertambah, karena masih banyak orang yang hilang.

Selain itu  belum semua sisi apartemen dapat dimasukki karena suhu masih sangat panas akibat kebakaran dahsyat lebih dari 24 jam sejak hari Rabu.

Menurut informasi yang diperoleh BeritaTakTikInfo.com.com, para petugas pemadam kebakaran Hong Kong menghadapi suhu panas ekstrem dan perancah runtuh dalam pencarian korban selamat di apartemen yang terbakar tersebut.

Pihak berwenang Hong Kong menuding penggunaan perancah bambu dan jaring nilon yang mudah terbakar dalam renovasi apartemen itu,  sebagai penyebab utama kebakaran besar dan mematikan di 7 menara apartemen yang padat penghuni tersebut.

Sejumlah saksimata menyebut, api sebenarnya masih kecil dan muncul dari bagian dasar sebuah gedung apartemen. Diduga sebagai tempat tinggal semetara para pekerja yang melakukan renovasi.

Namun karena banyaknya material bambu kering di lokasi sumber api, kebakaran dengan cepat menjalar ke semua bangunan di atas dan menyebar ke tujuh menara apartemen lain yang terbungkus tiang-tiang bambu serta jaring nylon untuk renovasi.

“Lebih dari 200 orang masih hilang setelah kebakaran, yang melanda tujuh blok kompleks perumahan bertingkat tinggi distrik Tai Po utara dan masih belum sepenuhnya padam lebih dari 24 jam”, kata pihak berwenang.

Sudah terkendali

Pihak berwenang mengatakan kebakaran kini telah terkendali di tiga blok terakhir, namun suhu panas yang ekstrem menghambat upaya penyelamatan.

Tim penyelamat sedang melakukan pencarian korban selamat dari lantai ke lantai di apartemen di area menara tempat api telah dipadamkan.

Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus meningkat karena selama hari Kamis mulai ditemukan lebih dari 10 orang yang hangus terbakar.

Dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) ikut menjadi korban tewas dalam peristiwa tersebut.

Selain itu delapan pembantu rumah tangga (PRT) termasuk di antara mereka yang masih hilang

Pemimpin Asosiasi Hak-Hak Korban Kecelakaan Industri, Esther Tse, mengatakan sedikitnya delapan pembantu rumah tangga belum diketahui nasibnya hingga kini.

“Kami mendesak konsulat untuk mendirikan stan khusus guna mendukung pekerja rumah tangga, karena banyak yang merasa benar-benar kehilangan arah,” ujarnya.

Tse menambahkan sebagian besar panduan resmi hanya tersedia dalam bahasa Mandarin, sehingga semakin mempersulit pekerja asing untuk mendapatkan bantuan.

Api menyebar cepat

Polisi telah menangkap tiga eksekutif perusahaan konstruksi, dua direktur dan satu konsultan teknik dengan tuduhan melakukan pembunuhan akibat kebakaran hebat tersebut.

Para ahli mengatakan perancah bambu kemungkinan besar menyebabkan api menyebar dengan cepat antar gedung.

Kepala eksekutif Hong Kong, John Lee, mengatakan biro pengembangannya telah bertemu dengan industri konstruksi, untuk membahas penggantian penggunaan perancah bambu dengan logam yang lebih aman.

“Bambu tradisional berkontribusi terhadap penyebaran api yang cepat”, ungkapnya.

Penggunaan bambu dalam konstruksi maupun proses renovasi gedung bertingkat, memang sudah menjadi praktik selama puluhan tahun di Hong Kong.

Ia mengatakan pemerintah mungkin menunda pemilihan umum tanggal 7 Desember, dan menyebut kebakaran itu sebagai “bencana besar”.

John Lee juga mengumumkan serangkaian tindakan mendesak sebagai tanggapan atas kebakaran dahsyat di kompleks perumahan Wang Fuk Court itu.

Lee juga mengumumkan pemerintah akan membentuk dana bantuan sebesar HK$300 juta untuk mendukung warga yang terkena dampak.

Setiap unit rumah di perumahan tersebut akan menerima bantuan darurat sebesar HK$10.000 malam ini.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini