Taiwan adopsi drone laut Ukraina untuk hadapi China

Terkait

PRIORITAS, 4/12/25 (Taipei): Taiwan disebutkan akan membeli sekitar 1.350 pesawat nirawak (drone) laut SeaShark 680, yang mengadopsi armada serang serupa dari militer Ukraina, untuk menghadapi invasi militer China.

Ujicoba drone pembawa bom untuk menyerang target kapal perang itu, sudah dilakukan perusahaan pesawat nirawak Taiwan, Thunder Tiger Corporation.

Informasi yang diperoleh BeritaTakTikInfo.com.com, hari Kamis (4/12/25), menyebutkan Taiwan telah menganggarkan dana senilai sekitar $1 miliar (sekitar 16,653 Triliun) untuk membeli hingga 1.350 pesawat nirawak laut,  sebagai keperluan pertahanan pantai terhadap potensi serangan China.

Dalam ujicoba tersebut enam drone SeaShark 680 membentuk formasi pengerumunan di Taiwan Selatan.

Menurut rilis perusahaan, demonstrasi tersebut memamerkan kemampuan komando dan kendali drone di lingkungan dengan gangguan peperangan elektronik.

Ujicoba juga dilakukan bagaimana pengendalian dan taktik pengerumunan drone yang didukung kecerdasan buatan.

“SeaShark 680 adalah senjata kunci untuk peperangan asimetris di Selat Taiwan, yang memiliki penginderaan presisi tinggi dan teknologi swarm, dan akan menjadi senjata mutakhir untuk menjaga Selat Taiwan,” demikian bunyi rilis Thunder Tiger Corporation.

Bisa bawa 1 ton amunisi

Meskipun seri drone SeaShark hanya mampu menempuh jarak pendek di Selat Taiwan, namun drone ini dapat membawa amunisi, roket, atau perangkat intelijen.

Perusahaan juga telah menyoroti hulu ledak yang dapat dimuat ke dalam kapal drone tersebut.

Salah satu varian yang lebih besar, SeaShark 800, dapat membawa muatan hingga 2.204 pon atau 1 ton (1.000 kilogram) amunisi.

“Thunder Tiger Corporation, sebuah perusahaan lokal yang berspesialisasi dalam pembangunan sistem tanpa awak, mengerahkan enam drone SeaShark 680 untuk uji formasi pengerumunan di Taiwan Selatan”, lapor media pemerintah Taiwan, Focus Taiwan, seperti dirilis media Usni News.

Drone Ukraina Megura V7 saat melaju di laut.(ivankhomenko)

Amati konflik Rusia-Ukraina

Penggunaan kapal permukaan nirawak Taiwan ini, mengadopsi pengerahan serupa dari militer Ukraina dalam pertempuran asimetris melawan Angkatan Laut Rusia di Laut Hitam.

Kapal nirawak Ukraina yang sarat bahan peledak, terbukti efektif melawan pasukan Rusia di laut.

Kapal ‘drone’  Ukraina telah merusak dan menenggelamkan beberapa kapal pendarat tank di sekitar Krimea.

Bahkan ‘sea drone’ Ukraina bernama Megura,  juga sangat ditakuti pesawat dan helikopter tempur Rusia, setelah drone tersebut mampu menembak jatuh armada udara Rusia dengan peluru kendali (rudal), yang ditempatkan di atas platform.

Taiwan telah mengamati konflik Rusia-Ukraina untuk mendapatkan pelajaran, yang dapat membantu pertahanannya menghadapi potensi invasi Tiongkok.

 Armada besar drone

Kemampuan perang asimetris seperti kapal nirawak ini, mendapat perhatian dalam proposal tambahan pertahanan senilai $40 miliar yang baru-baru ini diajukan Presiden Taiwan, Lai Ching-te.

Selain pengadaan rudal anti-kapal dalam jumlah besar, Taiwan telah membayangkan amunisi dan drone serang yang dapat terbang bebas dalam jumlah besar, untuk membalas potensi invasi Tiongkok ke pulau tersebut.

Thunder Tiger Corporation juga memproduksi berbagai sistem udara dan bawah air nirawak,  dengan infografis perusahaan yang menunjukkan kemampuan mereka dalam mengalahkan serangan musuh dari laut.

Pasukan Tempur Pesisir Angkatan Laut Taiwan dirancang untuk mempertahankan perairan pesisir.

Pasukan ini nantinya menggabungkan kapal permukaan tak berawak dengan rudal antikapal berbasis darat bergerak.

Selain itu militer Taiwan juga akan menerjunkan unit-unit perahu kecil, yang dioperasikan Marinir untuk menciptakan sistem area pertahanan terhadap invasi China.

Awal tahun ini, Taiwan mengumpulkan perusahaan-perusahaan lokal dan Amerika untuk memamerkan drone laut mereka menjelang program pengadaan besar militer.

Tidak hanya membeli 1.350 kapal ‘drone’, militer Taiwan juga mengincar program pengadaan sistem nirawak, yang jauh lebih besar, yaitu 50.000 unit, mencakup puluhan ribu drone First Person View (pandangan orang pertama)  dan quadcopter.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini