Jerman puji sistem pertahanan rudal Arrow Israel

Terkait

PRIORITAS, 6/12/25 (Berlin):  Jerman memuji sistem pertahanan udara peluru kendali (rudal) Arrow Israel. Jerman sudah membeli Arrow 3 dan kini menjajaki Arrow 4, yang jauh lebih canggih untuk memperkuat pertahanan militernya di Eropa.

Penjajakan sistem Arrow 4 itu, dikaitkan kunjungan Kanselir Jerman, Friedrich Merz ke Israel. Kunjungan pertamanya di masa jabatannya setelah berbulan-bulan kritik keras yang ia lontarkan terkait pertempuran Israel di Gaza.

Kunjungan ini dilakukan tak lama setelah Israel menyerahkan sistem pertahanan rudal Arrow 3 kepada Jerman.

Ini menjadi sebuah langkah banyak diliput media Jerman dengan menyoroti kemampuan pertahanan udara, yang sebelumnya tidak dimiliki kekuatan Eropa tersebut.

Seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari Ynet News, hari Sabtu (6/12/25), Merz kabarnya, datang ke Israel untuk menjajaki pembelian sistem rudal Arrow 4 terbaru.

Ia akan berkunjung ke Yerusalem termasuk mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Isaac Herzog.

Ia datang untuk memulihkan hubungan Jerman dan Israel yang sebelumnya sempat tegang terkait perang di Jalur Gaza.

Merz telah mengkritik tajam Israel — pernah memberlakukan embargo senjata ofensif — tetapi juga berulang kali menekankan aliansi antara kedua negara, dengan mengatakan Jerman mendukung Israel.

Andalkan Israel

Para analis di Jerman menekankan kepentingan inti Jerman di Israel sangat mendalam, terutama setelah menerima sistem Arrow 3.

Jerman mengandalkan Israel untuk kerja sama keamanan, terutama di tengah meningkatnya ancaman serangan Rusia.

Berlin juga baru-baru ini menyoroti bantuan Israel dalam meningkatkan pertahanannya terhadap drone (pesawat nirawak).

Media berita Jerman telah meliput kesepakatan Arrow 3 secara ekstensif, berfokus pada signifikansi strategisnya dan fakta tidak ada negara Eropa yang memiliki sistem serupa.

Proyek kerja sama keamanan terbesar antara Israel dan Jerman itu bernilai sekitar 3,6 miliar euro.

Ini memposisikan Israel sebagai mitra keamanan penting, tidak hanya bagi Jerman, tetapi juga bagi NATO dan Eropa secara keseluruhan.

Sistem canggih Israel ini merupakan satu-satunya sistem pertahanan yang tersedia saat ini dan mampu mencegat rudal balistik jarak jauh.

Der Spiegel, salah satu publikasi paling berpengaruh di Jerman, menerbitkan laporan terperinci tentang sistem tersebut.

Cegat rudal Rusia

Sistem persenjataan Israel itu disebutkan dapat mencegat rudal jarak menengah baru Rusia dan juga memperkuat pertahanan Jerman di luar angkasa.

Majalah tersebut mencatat bahwa Jerman masih memiliki celah besar yang harus diatasi dalam kemampuan pertahanan udaranya.

“Jika kita gagal mempertahankan superioritas udara Jerman dan sekutu, kita tidak akan mampu mempertahankan negara kita”, kata inspektur angkatan udara Jerman, Letnan Jenderal Holger Neumann.

Wakil Menteri Pertahanan Jeramn, Nils Hilmer, menilai Arrow 3 lebih dari sekadar pencegat biasa.

Sistem ini memberi Berlin kemampuan untuk mempertahankan diri dan juga sekutu-sekutunya.

Ia menekankan kerja sama dengan Israel dan Amerika Serikat ,memungkinkan tercapainya kesepakatan ini dan mengirimkan pesan kepada mereka yang mengancam Jerman.

“Ini merupakan respons langsung terhadap agresi Rusia terhadap Ukraina dan rudal-rudal baru Moskow,” ujarnya.

Sistem pertahanan Arrow 3 yang dibeli dari Israel tersebut, dipasang di dekat Berlin dengan penempatan tambahan yang direncanakan di Jerman selatan dan utara.  Penempatan secara penuh diperkirakan akan dilakukan pada tahun 2030.

Sistem ini dirancang untuk menghancurkan rudal jarak menengah yang terbang di luar atmosfer selama sebagian lintasan balistiknya.

“Dengan kemampuan strategis ini, yang unik di antara mitra-mitra Eropa kami, kami mengamankan peran sentral kami di jantung Eropa,” ujar Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius.

Sistem pertahanan Israel, Arrow, saat beroperasi di Israel.(@sentdefender)

Perisai teratas

Arrow 3 akan menjadi lapisan teratas dari perisai pertahanan udara bertingkat yang direncanakan Jerman.

Angkatan Udara Jerman berencana untuk mencegat pesawat tanpa awak, rudal jelajah, dan rudal balistik musuh di semua rentang ketinggian, hingga ke luar angkasa.

Sistem yang akan diintegrasikan meliputi menara antipesawat Skyranger, rudal Iris-T SLM, sistem Patriot AS, dan keluarga Arrow.

Para pejabat militer Jerman menjelaskan pencegatan ancaman di luar angkasa sangat penting, untuk meminimalkan risiko dari hulu ledak radioaktif atau kimia, serta puing-puing yang jatuh ke daerah berpenduduk — sesuatu yang telah berulang kali terjadi dalam konflik Iran-Israel.

Laporan tersebut juga menyoroti ancaman rudal jarak menengah “Oreshnik” Rusia, yang membawa beberapa hulu ledak dan diyakini memiliki jangkauan 2.000 hingga 3.000 kilometer.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebut senjata tersebut sudah digunakan terhadap Ukraina pada November 2024.

Senjata antisatelit

Pakar rudal di Institut Internasional untuk Studi Strategis di Berlin, Fabian Hinz, mengatakan Arrow 3 pada prinsipnya mampu melawan Oreshnik.

Pakar lain, Markus Schiller, menggambarkan Arrow 3 sebagai sistem yang mengesankan yang telah berhasil digunakan Israel untuk mencegat rudal Iran dalam perang April 2025 lalu.

Der Spiegel mencatat, Jerman mungkin juga akan membeli Arrow 4 yang lebih baru, dimaksudkan untuk mengisi celah antara Arrow 3 dan sistem Patriot dari AS.

Hinz menambahkan Arrow 3 juga dapat menjalankan fungsi di luar pertahanan rudal jarak menengah, karena radarnya dapat membantu militer Jerman membangun gambaran lebih jelas aktivitas di luar angkasa. Sistem tersebut bahkan dapat digunakan sebagai senjata antisatelit.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini