Untuk tekan kasus kekerasan di sekolah, Kemendikdasmen adakan pelatihan khusus fasilitator nasional

Terkait

PRIORITAS, 7/12/25 (Jakarta): Untuk menekan angka kasus kekerasan (bullying) di lingkungan sekolah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan pelatihan khusus untuk Pelatih Peningkatan Kapasitas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan bagi para UPT Kemendikdasmen se-Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penguatan Karakter (Kapuspeka) Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Minggu (7/12/25).

Dikatakan, pelatihan tersebut menjadi langkah strategis Kemendikdasmen dalam menyiapkan fasilitator nasional yang kompeten serta berperspektif kuat mengenai perlindungan anak dan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

“Saat ini banyak sekali tantangan, terutama di era globalisasi. Informasi begitu deras diterima oleh anak-anak kita, dan sering kali sulit untuk memfilter mana konten yang bermanfaat untuk penguatan karakter dan mana yang berbahaya,” ujar Rusprita.

Ditegaskannya, visi Kemendikdasmen, yakni Pendidikan Bermutu untuk Semua hanya dapat terwujud jika proses pembelajaran bebas dari segala bentuk kekerasan. Oleh karenanya, upaya penguatan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui fasilitator yang kompeten menjadi prasyarat utama.

Rusprita menambahkan, peran orang tua dan guru sangat penting dalam membentuk kecakapan digital peserta didik, terutama dalam mengakses dan memilah informasi di platform digital dan media sosial.

Ia menekankan, karena itu berbicara mengenai isu kekerasan, pentingnya peran berlapis yakni keluarga sebagai rumah pertama dan utama, sekolah sebagai pendidikan formal, serta masyarakat dan media sebagai ekosistem yang turut membentuk perilaku anak.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap kapasitas peserta semakin kuat dalam memahami strategi pencegahan, serta mengetahui langkah respons dan penanganan yang tepat ketika terjadi kasus kekerasan,” ujarnya.

Diterangkan, kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh 132 peserta yang terdiri dari perwakilan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP)/Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), serta Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV)/Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BPPMPV) dari berbagai daerah.

Diharapkan, hasil dari pelatihan tersebut mampu melahirkan fasilitator nasional yang siap memberikan pengimbasan kepada satuan pendidikan di wilayah kerjanya masing-masing.

Dengan demikian, lanjutnya, modul Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat kapasitas pelaksana perlindungan anak serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan di seluruh Indonesia. (P-*/ht)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini