Keterangan Gambar: Kunjungan dan penyerahan bantuan Presdir PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, terhadap warga terdampak gempa bumi di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa, (01/09/2026). Tony Wenas juga disambut Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi. Foto: InvestorTrust/ Kolase Foto: TAKTIKINFO/Harris Vandersloot
TAKTIKINFO – Sebagai tanggungjawab dan responsibility serta panggilan kemanusiaan terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi 31 Agustus 2026 lalu, PT Freeport Indonesia (PTFI) menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi tektonik tersebut dengan total nilainya mencapai Rp2,5 miliar, di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa, 1 September 2026.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Clayton Allen Wenas atau akrab disapa Tony Wenas, memimpin langsung mengunjungi warga terdampak gempa bumi dan menyerahkan bantuan tersebut di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Pada saat penyerahan bantuan, Tony dan rombongan diterima Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi bersama jajaran pemerintah daerah, kepala desa, tokoh masyarakat, serta warga Cunca Wulang, didampingi perwakilan Human Initiative, Palang Merah Indonesia (PMI), Dana Kemanusiaan Kompas, dan sejumlah karyawan Freeport asal NTT.
Tony mengatakan dirinya sengaja datang langsung untuk melihat kondisi masyarakat, untuk mendengar kebutuhan warga, serta memastikan bantuan sampai kepada mereka yang terdampak. Bagi Freeport, keterlibatan dalam penanganan bencana NTT merupakan panggilan kemanusiaan.
“Saya ingin hadir secara langsung di sini, melihat keadaan dan bertemu muka dengan masyarakat serta Pak Bupati. Kehadiran kami tulus dan murni untuk membantu. Ini adalah masalah kemanusiaan,” ungkap Tony, Selasa 1 September 2026, sebagaimana dilansir dari investortrust.
Menurut Tony, Freeport pernah mengalami musibah besar di wilayah operasinya di Papua pada 8 September 2025. Pengalaman tersebut membuat manajemen dan karyawan perusahaan memahami beratnya keadaan yang dihadapi masyarakat ketika bencana merenggut rasa aman, merusak rumah, dan memaksa warga tinggal di tenda pengungsian.
Karena itu, Tony bersama jajaran Freeport memutuskan bergerak membantu NTT. Perusahaan memanfaatkan penerbangan khusus yang biasanya digunakan untuk mengangkut karyawan dari Timika menuju Jakarta untuk membawa sekitar 2,5 ton bantuan kemanusiaan.
Bantuan yang diangkut meliputi perlengkapan tidur, tenda dan perlengkapan hunian darurat, selimut, paket kebersihan pribadi, sembako, hunian sementara, serta sekolah darurat. Sebagian bantuan yang dihimpun Dana Kemanusiaan Kompas turut diterbangkan bersama rombongan.
“Kebetulan ada pesawat yang dapat kami gunakan sehingga barang yang dibawa cukup banyak. Kami juga bekerja sama dengan Human Initiative, Palang Merah Indonesia, dan Dana Kemanusiaan Kompas agar bantuan ini dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Total bantuan kemanusiaan PTFI untuk korban gempa NTT mencapai Rp2,5 miliar. Nilai tersebut berasal dari kontribusi perusahaan, donasi karyawan melalui gerakan #PTFIPeduliNTT, serta dana pendamping perusahaan melalui skema double match.
Hingga 31 Agustus 2026, karyawan Freeport telah menghimpun donasi sebesar Rp169 juta. Perusahaan kemudian menggandakan jumlah tersebut sehingga total dana dari donasi karyawan dan kontribusi pendamping perusahaan mencapai sekitar Rp338 juta.
Penggalangan dana melibatkan seluruh insan Freeport di Timika, Nabire, Gresik, dan Jakarta. Sebanyak 83 karyawan Freeport tercatat berasal dari NTT. Perwakilan mereka turut mendampingi Tony dalam misi kemanusiaan tersebut.
“Karyawan kami berasal dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote. Karyawan asal NTT secara mandiri mengumpulkan donasi, kemudian perusahaan memberikan dana pendamping. Perwakilan mereka juga ikut ke sini untuk berkontribusi dalam upaya tanggap darurat,” kata Tony.
Dalam penyaluran bantuan, Freeport bekerja sama dengan Human Initiative untuk menjalankan program tanggap bencana di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur. Program difokuskan pada empat sektor utama, yaitu pangan dan gizi; air, sanitasi, dan higiene; hunian dan permukiman; serta pelayanan kesehatan dasar.
Melalui Human Initiative, Freeport menyalurkan 700 paket bantuan yang mencakup bedding kit, personal hygiene kit, shelter kit, dan sembako. Bantuan juga meliputi pembangunan lima hunian sementara atau huntara dan empat sekolah darurat.
PMI memperoleh alokasi bantuan senilai Rp500 juta berupa paket kebersihan pribadi, sembako, perlengkapan hunian darurat, serta perlengkapan tidur. Masing-masing jenis bantuan tersebut disiapkan sebanyak 300 paket.
Tony berharap keterlibatan Freeport dapat mendorong semakin banyak perusahaan dan unsur masyarakat bergotong royong membantu pemulihan NTT. Sebab, kebutuhan warga tidak berhenti setelah fase tanggap darurat berakhir.
“Tanggap darurat adalah satu hal. Setelah itu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Semuanya membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Kami berharap perusahaan-perusahaan lain juga ikut bahu-membahu membantu masyarakat,” katanya.
Sebelum penyerahan bantuan di Cunca Wulang, Freeport telah mengirimkan Tim Tanggap Darurat dari Timika pada 20 Agustus 2026. Tim beranggotakan enam orang, terdiri atas dua dokter, satu paramedis, dan tiga personel penyelamat.
Tim menjalankan operasi lapangan pada 22–29 Agustus 2026 di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Wilayah tugas mereka meliputi Kampung Liang Dalo di Desa Golo Wontong, Kampung Waso, Posko Pengungsian Kampung Mbinjar, Posko Pengungsian Desa Maki, Kampung Wae Waru, serta Posko Utama Pengungsian Desa Golo Mangung.
Selama berada di lapangan, tim memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 500 pasien. Mereka juga membantu pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban, serta memberikan dukungan psikososial berupa pemulihan trauma bagi anak-anak.
Tony menjelaskan, tim penyelamat Freeport memiliki pengalaman panjang menangani keadaan darurat. Tim tersebut telah lebih dari 15 kali meraih prestasi dalam kompetisi penyelamatan sektor pertambangan dan energi yang berada dalam koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
“Setiap ada kejadian yang membutuhkan penyelamatan atau tanggap darurat, kami berupaya mengirimkan tim. Apalagi NTT merupakan tetangga dekat Papua. Persaudaraan sesama masyarakat Indonesia bagian timur mendorong kami untuk berbuat lebih banyak,” tuturnya.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan apresiasi kepada Tony Wenas dan seluruh jajaran Freeport yang hadir langsung di Cunca Wulang. Menurut dia, perhatian tersebut memberikan kekuatan baru kepada warga dan pemerintah daerah yang sedang bekerja menangani dampak bencana.
“Kehadiran PT Freeport Indonesia merupakan berkat sekaligus dukungan yang luar biasa. Kami mendapat vitamin baru sehingga menjadi lebih tegar dan lebih kuat. Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Manggarai Barat, kami menyampaikan terima kasih,” kata Edistasius.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, gempa 15 Agustus 2026 berdampak terhadap 36.102 jiwa atau 7.777 kepala keluarga. Sebanyak 10.757 rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, dan berat.
Hingga menjelang kunjungan Freeport, sekitar 9.000 warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Rumah sakit dan puskesmas tetap beroperasi untuk merawat korban, termasuk masyarakat dari kabupaten tetangga yang mengalami patah tulang dan berbagai cedera lainnya.
Edistasius mengatakan pemerintah daerah telah mengerahkan tim untuk memverifikasi kerusakan rumah di 164 desa dan lima kelurahan. Penilaian akhir tingkat kerusakan akan diproses melalui aplikasi agar hasilnya objektif dan tidak dapat diintervensi oleh pejabat ataupun petugas.
“Bupati sekalipun tidak bisa mengintervensi. Kalau hasil verifikasi menunjukkan kerusakan sebuah rumah hanya 10 persen, tidak bisa dinaikkan menjadi 90 persen. Data harus sesuai dengan keadaan sebenarnya,” tegasnya.
Proses verifikasi juga diawasi kepolisian, kejaksaan, dan TNI. Pengawasan diperlukan untuk memastikan penanganan korban berlangsung transparan, tepat sasaran, dan tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk menitipkan kepentingan atau memperoleh keuntungan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat membagi penanganan bencana menjadi tiga tahap. Penanganan jangka pendek difokuskan pada pemenuhan sembako, obat-obatan, vitamin, terpal, dan selimut. Kebutuhan terpal masih besar karena pemerintah daerah baru dapat memenuhi sekitar separuh dari total kebutuhan bagi 10.757 rumah terdampak.
Pada tahap menengah, pemerintah memprioritaskan rekonstruksi rumah warga. Edistasius memastikan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat bertanggung jawab penuh atas pembangunan kembali rumah yang rusak akibat gempa.
Tahap jangka panjang meliputi kemungkinan relokasi permukiman yang berdasarkan kajian teknis dinilai tidak lagi aman. Setelah rumah warga ditangani, pemerintah akan melanjutkan pemulihan sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, jembatan, dan sarana penyediaan air bersih.
Edistasius berharap kehadiran Freeport dapat menggugah perusahaan dan kelompok masyarakat lainnya untuk ikut mendukung pemulihan Manggarai Barat.
“Kebersamaan ini kami yakini akan menggugah saudara-saudara kita yang lain untuk datang dan memberikan perhatian kepada korban. Kehadiran dan doa saja sudah membuat kami lebih sehat dan kuat, terlebih jika disertai dukungan lainnya,” ujarnya.
Desa Cunca Wulang berada sekitar 26 kilometer di sebelah timur Labuan Bajo. Desa di kawasan perbukitan Mbeliling itu dikenal dengan Air Terjun Cunca Wulang, destinasi alam yang memiliki aliran air jernih kebiruan di antara tebing-tebing batu gelap. Namun, setelah gempa, sebagian warga di kawasan tersebut harus meninggalkan rumah dan tinggal sementara di tenda sambil menunggu proses pemulihan dan rekonstruksi. (*)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














