Amerika tegas, peringatkan Iran jangan respons serangan Israel

Terkait

PRIORITAS, 5/11/24 (Washington): Meningginya ketegangan di Timur Tengah akibat perang Israel-Iran, mengundang Amerika Serikat turun tangan.

Terkini, pihak Amerika Serikat (AS) memberikan peringatan kepada Iran agar tidak merespons serangan balasan yang dilakukan oleh Israel. Peringatan ini disampaikan oleh Pentagon (Markas Besar Departemen Pertahanan AS) pada Senin (4/11/24) waktu setempat, atau Selasa (5/11/24) pagi.

“Saya rasa, sebagai pemerintah AS, kami sudah sangat jelas bahwa Iran tidak perlu merespons tindakan balasan Israel,” kata juru bicara Pentagon, Pat Ryder, dalam keterangannya kepada wartawan.

Jika Iran memilih untuk melakukan serangan, menurutnya, AS akan mendukung Israel dalam upaya pertahanannya. Meskipun demikian, Ryder menolak untuk berspekulasi mengenai kemungkinan tindakan Iran.

“Saya juga tidak akan membahas penilaian intelijen,” ujarnya.

Pengerahan peralatan militer canggih

Diketahui, pada Jumat (1/11/24) lalu, Pentagon mengumumkan,  Menteri Pertahanan Lloyd Austin telah memerintahkan pengerahan tambahan kapal perusak pertahanan Rudal Balistik, skuadron jet tempur, dan pesawat tanker ke kawasan Timur Tengah.

Di samping itu, AS juga mengerahkan sejumlah pesawat pengebom jarak jauh B-52 milik Angkatan Udara ke wilayah tersebut.

Dilaporkan, pasukan AS ini dijadwalkan akan mulai tiba dalam beberapa bulan mendatang. “Gugus Tugas Kapal Induk USS Abraham Lincoln bersiap untuk berangkat, dan beberapa kapal sudah mulai bergerak menuju wilayah tersebut, yang ditandai dengan kedatangan pengebom B-52 akhir pekan ini,” jelas Ryder.

Mendukung pertahanan Israel

Ditegaskan, pengerahan pasukan ini bertujuan untuk menjaga kemampuan perlindungan pasukan AS dan mendukung pertahanan Israel.

“Kami siap mendukung pertahanan Israel dan mendorong Iran untuk tidak melancarkan serangan balasan dalam bentuk apa pun,” tegas Ryder.

Seperti diketahui, sebelumnya Israel telah melancarkan serangan terhadap aset-aset Iran pada bulan Oktober, yang dilaporkan menargetkan fasilitas produksi rudal dan sistem pertahanan udara sebagai respons atas serangan rudal dari Teheran pada 1 Oktober.

Hingga kini ketegangan di kawasan semakin meningkat akibat serangan brutal Israel di Jalur Gaza, yang telah mengakibatkan lebih dari 43.400 korban jiwa, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Serangan ini terjadi setelah serbuan lintas batas oleh kelompok Hamas dari Palestina pada Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang Israel.

Selanjutnya, konflik juga meluas ke Lebanon, di mana Israel melancarkan serangan mematikan yang dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 3.000 orang dan melukai lebih dari 13.500 orang sejak tahun lalu, menurut otoritas Lebanon. (P-jr) — foto ilustrasi istimewa

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini