AS kecam China tembak meriam air ke kapal Filipina

Terkait

PRIORITAS, 18/9/25 (Manila): Amerika Serikat (AS) mengecam tembakan meriam air kapal patroli China terhadap kapal perikanan Filipina, di dekat Bajo de Masinloc atau Scarborough Shoal. Serangan tersebut mengakibatkan satu personil kapal Filipina terluka.

“AS mengutuk tindakan agresif Tiongkok di ZEE (zona ekonomi eksklusif) dekat Karang Scarborough” ujar Duta Besar AS untuk Filipina, MaryKay Carlson, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com, hari Kamis (18/9/25).

Menurut dia, Amerika Serikat mendukung pemerintah Filipina dan Penjaga Pantai Filipina atas profesionalitas pelaksanaan hak kedaulatan Filipina.   Termasuk perlindungan nelayan Filipina dan penegakan hukum maritim demi Indo-Pasifik yang bebas serta terbuka.

Kapal BRP Datu Gumbay Piang, yang dioperasikan Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan (BFAR), disemprot meriam air dua kapal Penjaga Pantai China (CCG).

Saat itu kapal Filipina sedang menjalankan misi pasokan pemerintah kepada warga Filipina di pulau karang Scarborough Shoal milik Filipina, Selasa pagi.

Salah satu kapal China —CCG 520—menembakkan air ke BRP Datu Gumbay Piang di sekitar 14 mil laut di timur Bajo de Masinloc selama setidaknya 29 menit.

Tembakan air itu memecahkan kaca jendela dan merusak beberapa bagian kapal.

Awak kapal PCG Scarborough Shoal mengonfirmasi satu personel BFAR mengalami cedera pada telinga kirinya akibat pecahan kaca, seperti dilaporkan Philippine News Agency.

Sebelum insiden tersebut, sebuah kapal perang Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok nomor haluan 525, juga mengeluarkan siaran radio “latihan tembakan langsung” pada koordinat tertentu.

Tindakan itu sempat menyebabkan kepanikan dan ketakutan yang signifikan di kalangan nelayan Filipina di daerah tersebut.

Perlu tindakan hukum

Senator Filipina, Jinggoy Ejercito Estrada, meminta masyarakat internasional untuk menanggapi dengan serius provokasi terbaru China tersebut.

Ia mendesak pemerintah untuk mengambil langkah-langkah diplomatik dan hukum.

Bajo de Masinloc atau pulau karang Scarborough berada di bawah kedaulatan dan yurisdiksi Filipina. Wilayah ini terletak sekitar 124 mil laut dari pantai terdekat Luzon dan sekitar 472 mil laut dari pantai terdekat China.

Personel Penjaga Pantai Filipina dari atas kapal BRP Suluan merekam tabrakan dua kapal China di lepas pantai Bajo de Masinloc, Filipina, pada 11 Agustus 2025.(pna/pcg)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian dalam konferensi pers menegaskan peristiwa itu terjadi akibat pelanggaran dan provokasi yang disengaja Filipina di laut.

China mengatakan wilayah perairan Scarborough Shoal (Bajo de Masinloc) adalah milik mereka.

Padahal Scarborough Shoal terletak di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina, namun China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, yang merupakan jalur penting bagi sekitar 20% perdagangan maritim global.

Klaim sepihak China ini juga tumpang tindih dengan hak maritim sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina.

China tertekan

Filipina menilai pasukan maritim China “tertekan” untuk mencegah kapal-kapal Filipina memasuki Bajo de Masinloc (BdM), setelah  dua kapal mereka bertabrakan di wilayah tersebut bulan lalu.

Penasihat Keamanan Nasional (NSA) Filipina, Eduardo Año mengatakan insiden tersebut, yang dilaporkan mengakibatkan dua personel kapal China tewas, telah menmbulkan rasa malu bagi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) dan Penjaga Pantai China (CCG).

“Saya pikir mereka sebenarnya berada di bawah tekanan untuk mencegah kapal-kapal kami memasuki beting tersebut karena mereka harus memberikan banyak penjelasan di Beijing,” ujarnya.

Pada 11 Agustus 2025 lalu, dua kapal Tiongkok bertabrakan saat mengejar kapal Penjaga Pantai Filipina, saat melakukan operasi kemanusiaan rutin untuk nelayan Filipina di Bajo de Masinloc.

“Mereka (CCG dan PLAN) masih terguncang akibat rasa malu itu, sehingga mereka berusaha melakukan hal-hal yang akan mencegah kapal-kapal kami memasuki beting itu dengan segala cara,” ujarnya.

Ia menegaskan langkah China tersebut tidak akan menghalangi Filipina,  untuk mempertahankan kehadirannya di Bajo de Masinloc, yang disebut Beting Scarborough.

“Kami akan hadir. Itu perintah Presiden (Ferdinand R. Marcos Jr.). Kami tidak akan mundur. Kami akan terus hadir,” tegasnya.(P-Jeffry W)

 

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini