Israel luncurkan serangan besar ke lokasi militan Hamas menahan para sandera

Terkait

PRIORITAS, 22/7/25 (Kota Gaza): Militer Israel untuk pertama kalinya melakukan gelombang serangan terbesar dengan mengerahkan puluhan pesawat jet tempur dan unit lapis baja ke Deir al-Balah, salahsatu kota terbesar di Jalur Gaza,  tempat militan Hamas menahan puluhan sandera.

Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), serangan terbaru ini untuk mengepung dan menumpas habis militan Hamas yang sudah lama terdeteksi bersembunyi di wilayah tersebut.

“Militan Hamas menjadikan Deir al-Balah sebagai markas besar dan berlindung dari serangan, karena di lokasi tersebut mereka masih menahan puluhan sandera warga Israel, yang diculik beberapa tahun lalu”, ungkap militer Israel, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari Ynetnews, hari Selasa (22/7/25).

Juru bicara militer Israel, Kolonel Avichay Adraee,  sudah memperingatkan warga sipil agar menjauh dari daerah tersebut,  ke zona kemanusiaan yang aman di al-Mawasi di selatan Jalur Gaza sebelum serangan terjadi.

“IDF terus beroperasi dengan kekuatan besar untuk menghancurkan infrastruktur musuh dan teroris,” kata Kolonel Adraee.

Sudah lama diawasi

Saksi mata mengatakan kepada BBC,  tank-tank dan kendaraan lapis baja berat terlihat memasuki kota dari arah timur laut di bawah perlindungan tembakan artileri dan serangan udara.

Unggahan media sosial menunjukkan ledakan dan baku tembak yang intens, sehingga mendorong banyak warga lari mengungsi.

Deir al-Balah di Gaza tengah mencakup kamp pengungsi, tempat banyak warga Gaza mencari perlindungan selama perang,  karena militer Israel tidak beroperasi di sana.

Di kota itu juga terdapat Rumah Sakit Shuhada al-Aqsa, tempat banyak pengungsi menetap.

Meski begitu, intelijen Israel sudah lama mengawasi lokasi itu,  karena menjadi tempat nyaman bagi teroris Hamas bersembunyi.

Hamas diketahui masih menyandera puluhan warga yang mereka culik 7 Oktober 2023 lalu di wilayah tersebut.

Koridor baru  

Penduduk kota khawatir serangan Israel tersebut, bagian dari rencana untuk membuat koridor baru, yang akan memisahkan kota tersebut dari wilayah Gaza lainnya, sehingga membatasi warga keluar dari daerah tersebut.

Keluarga para sandera juga menyatakan kemarahan dan ketakutan tindakan ofensif terbaru militer Israel itu, karena dapat menimbulkan risiko lebih lanjut terhadap nyawa para sandera yang disandera militan Hamas.

Pada hari Senin, Menteri Permukiman dan Misi Nasional sayap kanan Israel, Orit Strock, mengatakan militer harus melancarkan “pertempuran yang menentukan” di wilayah-wilayah Jalur Gaza, yang sebagian besar dihindari karena keberadaan sandera.

“Ada satu wilayah—sekitar 25% wilayah, sebagaimana didefinisikan oleh kepala staf—yang telah ditetapkan sebagai ‘jangan disentuh’ karena adanya sandera,” kata Strock. “Tapi Anda tidak bisa memenangkan perang dengan cara seperti itu. Itu tidak logis dan tidak dapat diterima”, tegasnya.

Ketika ditanya apakah ia tidak khawatir para sandera mungkin terbunuh, ia mengatakan militer seharusnya berusaha keras untuk tidak melukai para sandera.

“Tetapi itu bisa saja terjadi. Ya, itu bisa saja terjadi,” ujarnya, sehingga memicu kemarahan keluarga para sandera.

Militan Hamas tertekan

Sebuah sumber militer Israel mengatakan pasukan sedang memperdalam manuver darat dan bertempur di dalam Deir al-Balah.

Militan Hamas berada di bawah tekanan besar, karena mereka terusir dari wilayah tersebut.

“Kami menyerang infrastruktur dan komando mereka, dan kendali mereka semakin terkikis”,kata sumber itu.

Deir al-Balah diyakini menampung batalion militan Hamas yang sangat tangguh, mungkin paling siap tempur di Jalur Gaza.

Hingga saat ini, Israel menghindari serangan darat ke wilayah itu, karena khawatir sejumlah sandera yang tersisa masih ditawan di wilayah tersebut.

Menurut penilaian militer, untuk sepenuhnya menghancurkan markas militan Hamas di Deir al-Balah dan kamp Nuseirat di dekatnya, diperlukan pengerahan setidaknya dua divisi penuh selama beberapa bulan pertempuran.

Coba pengaruhi publik

Sumber militer tersebut menambahkan militan Hamas berusaha melakukan perang psikologis dengan Israel, terutama melalui kampanye ‘kelaparan Gaza’ di media sosial.

“Mereka mencoba memengaruhi opini publik dengan gambar-gambar mengerikan—terutama anak-anak—untuk menciptakan tekanan internasional terhadap Israel”, ungkapnya.

Para pejabat keamanan Israel mengatakan kampanye tersebut merupakan upaya yang disengaja,  untuk memancing simpati global, sambil militan Hamas terus menahan para sandera, dan mereka mengurung diri di wilayah sipil.

Pasukan Israel yang beroperasi di wilayah lain di Jalur Gaza, juga meningkatkan laju penghancuran bangunan-bangunan yang digunakan teroris Hamas.

Sumber-sumber militer Israel memperkirakan ratusan bangunan dihancurkan hingga ke fondasinya setiap minggu.

Militer menyatakan setiap bangunan di Jalur Gaza telah digunakan militan Hamas untuk tujuan seperti tempat pengawasan, pemasangan bom, atau penempatan penembak jitu.

Karena itu, militer Israel harus menghancurkan bangunan-bangunan itu secara total.(P-Jeffry W)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini